Pasien Poli Paru RSUD H Hanafie Bungo Jambi Meningkat Akibat Kabut Asap

Sejak kabut asap melanda Kabupaten Bungo beberapa waktu lalu, pasien poli paru di RSUD H Hanafie Muara Bungo meningkat.

Pasien Poli Paru RSUD H Hanafie Bungo Jambi Meningkat Akibat Kabut Asap
Tribunjambi/Mareza
Pasien poli paru di RSUD H Hanafie Muara Bungo meningkat. 

Pasien Poli Paru RSUD H Hanafie Bungo Jambi Meningkat Akibat Kabut Asap

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Sejak kabut asap melanda Kabupaten Bungo beberapa waktu lalu, pasien poli paru di RSUD H Hanafie Muara Bungo meningkat.

Direktur rumah sakit H Hanafie Muara Bungo, dr Mardiah mengatakan, kebanyakan pasien adalah penderita penyakit yang kambuh diduga karena kabut asap.

"Kalau kita lihat dari pola penyakit yang berobat ke poli baru, rata-rata mereka sudah punya penyakit dasar. Kabut asap ini dapat memperberat atau menimbulkan kembali penyakit itu. Eksaserbasi namanya," jelasnya, Kamis (19/9/2019).

Penderita bisa saja sudah tidak mengalami gejala penyakit-penyakit tersebut, namun polusi kabut asap dapat memicu kembali penyakit itu.

Mardiah menjelaskan, ada tiga penyakit yang terdata di RSUD H Hanafie yang meningkat jumlahnya akibat kabut asap.

Baca: Ratusan Balita di Tanjab Barat Terserang ISPA Akibat Kabut Asap

Baca: Kasus Diare di Muarojambi Meningkat, Agustus Tembus 1.000 Lebih

Baca: BREAKING NEWS: Kualitas Udara di Jambi Berbahaya, Tanggal 20-21 September, Pemkot Liburkan Sekolah

Baca: Sungai Tembesi Mengering, Dirut PDAM Sarolangun Minta Warga Hemat Air

Baca: BPKAD Kerinci: Tak Semudah Itu Serahkan Aset ke Pemkot Sungai Penuh

Ketiga penyakit itu dapat kambuh dengan kondisi kabut asap yang dapat mengganggu pernapasan penderita.

"Yang pertama itu ada PPOK (penyakit paru obstruktif kronis), asma, kemudian bronkitis akut," sebutnya.

Sedangkan untuk ISPA, penanganannya masih dapat dilakukan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau Puskesmas.

Dijelaskannya, jumlah pasien ketiga penyakit itu meningkat dibandingkan dua bulan sebelumnya. Kata dia, penderitanya meningkat hingga 37 persen per bulannya.

Untuk menangani hal itu, pihaknya tetap memberikan pelayanan terhadap pasien sesuai dengan kemampuan. Sejauh ini, kata dia, pasien-pasien yang datang masih dapat ditangani dengan baik.(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved