Berita Batanghari

Cerita Orangtua di Batanghari yang Anaknya Dirawat Akibat ISPA, Diduga Terpapar Asap Karhutla

Cerita Orangtua di Batanghari yang Anaknya Dirawat Akibat ISPA, Diduga Terpapar Asap Karhutla

Cerita Orangtua di Batanghari yang Anaknya Dirawat Akibat ISPA, Diduga Terpapar Asap Karhutla
Tribunjambi/Rian Aidilfi
Lahan terbakar di Batanghari. Cerita Orangtua di Batanghari yang Anaknya Dirawat Akibat ISPA, Diduga Terpapar Asap Karhutla 

Cerita Orangtua di Batanghari yang Anaknya Dirawat Akibat ISPA, Diduga Terpapar Asap Karhutla

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Setidaknya, ada dua pasien terdampak Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) akibat kabut asap dari kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Batanghari saat ini.

Keduanya terpaksa dirawat di Rumah Sakit Mitra Medika Batanghari (MMB) Senin (16/9/2019) kemarin.

Satu diantaranya yakni Anindya. Bocah berusia empat tahun ini menderita batuk dan pilek sejak dua minggu lalu. Namun, kondisinya semakin parah sejak empat hari terakhir.

Baca: Kabut asap yang kian pekat membuat Pemerintah Kabupaten Batanghari menambah hari libur sekolah

Baca: Lelang Barang Bukti, Kejari Batanghari Dapat Uang Rp162 Juta untuk Kas Negara, akan Buka Lelang Lagi

Baca: BREAKING NEWS, Gara-gara Kabut Asap, 3 Penerbangan di Bandara Muara Bungo Terganggu

"Senin malam kami terpaksa membawa putri kami ke RS MMD karena kondisinya mengkhawatirkan. Ia sesak nafas, flu, batuk dan muntah," sebut Widya, ibu Anindya saat dikonfirmasi di ruang perawatan, Selasa (17/9/2019).

Warga Sungai Rengas, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari ini mengeluhkan kondisi anaknya lantaran kondisi udara yang kian buruk kualitasnya akibat karhutla.

"Saya khawatirnya kondisi putri kami semakin parah," ujarnya lagi.

Baca: Lemon Kaya akan Manfaat, Selain berikan Vitamin C yang Bagus Bagi Tubuh Juga Bisa Cegah Kanker

Baca: Gubernur Jambi Sesalkan Pertemuan Lima Bupati di Kerinci Tidak Ada Koordinasi

Baca: Kisah Nyata Driver Ojol yang Mau Dilantik Jadi Anggota DPRD, Harus Diusir Satpam Karena Kenakan Ini

Ia meminta kepada pemerintah agar mengambil langkah cepat untuk mengatasi karhutla ini.

"Jangankan anak-anak, orang dewasa saja tidak sanggup. Tolonglah pemerintah mengambil langkah agar jangan banyak korban," harapnya.

Kondisi serupa juga dirasakan oleh Fatan, bayi yang baru berusia enam bulan. Ia juga dirawat di ruangan yang sama dengan Anindya.

Baca: Pameran Nasional Kain Tradisional Nusantara Dimeriahkan Aneka Kegiatan

Baca: Udara di Bungo Tidak Sehat, Pemkab Keluarkan Maklumat Antisipasi Dampak Kabut Asap

Baca: 99 Persen Kebakaran di Jambi Akibat Ulah Manusia, Ini Fakta yang Terungkap saat Pembahasan Karhutla

Halaman
12
Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved