“MIKiR” Tak Membuat Cheisa Sendiri Lagi

Pagi itu, Cheisha Mutiara Az-Zahra (10) tampak antusias mengikuti pembelajaran yang dilakukan oleh ibu Nurfaidah, gurunya kelas di kelas VA.

“MIKiR” Tak Membuat Cheisa Sendiri Lagi
Tribunjambi/Nurlailis
SDN 131/IV Telanaipura Jambi mengikuti pembelajaran aktif MIKiR. 

“MIKiR” Tak Membuat Cheisa Sendiri Lagi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pagi itu, Cheisha Mutiara Az-Zahra (10) tampak antusias mengikuti pembelajaran yang dilakukan oleh ibu Nurfaidah, gurunya kelas di kelas VA. Cheisha, biasa ia dipanggil adalah siswa SDN 131/IV Telanaipura Jambi. Sekilas tidak ada yang berbeda dengan siswa lainnya, namun Cheisa adalah salah seorang siswa berkebutuhan khusus. Ia maju ke depan bersama teman-temannya membacakan buku cerita yang telah dibacanya.

“Sukanya menyendiri dan awalnya tidak percaya diri,” sebut Nurfaidah, sang guru yang dengan sabar dan telaten mendampingi Cheisa.

Menurut Nurfaida, saat berada di sekolah, Cheisa masih perlu didampingi sehingga perlu didampingi oleh guru pendamping selain dirinya. Namun, itu dulu sebelum sekolah ini bermitra dengan Tanoto Foundation. Setelah diperkenalkan pembelajaran aktif MIKiR yang merupakan akronim dari Mengalami, Interaksi, Komunikasi, dan Refleksi, perlahan-lahan Cheisa aktif dan semakin ceria.

“Mau maju ke depan kelas,” jelas ibu Nurfaidah bangga.

Baca: 174 Penerima PKH di Kerinci Mengundurkan Diri

Baca: Wajah Baru KPK, Apa Alasan DPR RFI Memilih Irjen Firli Bahuri Menjadi Ketua KPK 2019-2023?

Baca: Jebakan Cantik Sang Polwan Cantik, dari Janjian Bos Pabrik Narkoba hingga Kamar Mandi Hotel

Baca: Tes Kepribadian - Bentuk Kukumu Cerminkan Watak dan Karaktermu! Seperti Apa Kukumu?

Sebelum SDN 131/IV Kota Jambi menjadi sekolah mitra program PINTAR Tanoto Foundation, pembelajaran di kelas lebih banyak menekan model ceramah sehingga murid kesulitan untuk belajar di kelas. Terkadang dia tidak mau bergaul dengan teman-temannya, hanya asyik dengan dirinya sendiri.

“Sejak menerapkan pembelajaran aktif MIKiR dari Tanoto Foundation, saya lihat Cheisa lebih aktif dan lebih percaya diri, seperti berbicara di dalam kelompoknya dengan siswa yang lain, karena dilatih Interaksi di pembelajaran tersebut, “ ujar Nurfaidah, Kamis (12/9).

Hal yang membuat bangga Nurfaidah adalah ketika Cheisa terus aktif berinteraksi dengan teman-temannya.

“Model pembelajaran model MIKiR membuat anak-anak seperti Cheisa berani berinteraksi dengan teman-temannya,” ungkap Nurfaidah.

Nurfaidah menerapkan pembelajaran aktif tersebut membuat Cheisa antusias dan berani berbicara di depan teman-temannya.

Halaman
12
Penulis: Nurlailis
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved