Kabut Asap Versi Menteri Lingkungan Malaysia vs Menteri Siti Nurbaya, KAPAN KABUT ASAP BERAKHIR?

Menteri Malaysia Yeo Bee Yin menyampaikan kritik kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya terkait masalah kabut asap di Indonesia.

Kabut Asap Versi Menteri Lingkungan Malaysia vs Menteri Siti Nurbaya, KAPAN KABUT ASAP BERAKHIR?
Tribun Jambi/Abdullah Usman
Anak sekolah bersepeda menembus kabut asap di Kabupaten Tanjab Timur, Rabu (11/9) pagi. 

Kabut Asap Versi Menteri Lingkungan Malaysia vs Menteri Siti Nurbaya, KAPAN KABUT ASAP BERAKHIR?

TRIBUNJAMBI.COM - Menteri Malaysia Yeo Bee Yin menyampaikan kritik kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya terkait masalah kabut asap di Indonesia.

Melalui Facebook, Menteri Energi, Sains, Teknologi, Lingkungan, dan Perubahan Iklim menyajikan data terbaru titik panas dari Asean Specialised Meterological Centre.

Dilansir Kompas.com dari Today Online, data tersebut menunjukkan titik panas tercatat di Kalimantan (474), Sumatera (387), jika dibandingkan dengan Malaysia (7).

Baca: Postingan IG Natasha Wilona saat Verrel Bramasta Ulang Tahun Tak Kaget, Ternyata Dipepet Aurel

Baca: Pengakuan Burhan Zainuddin, Algojo Penumpasan Tokoh PKI Usai G30S 1965

Baca: Tes Kepribadian - Bentuk Kukumu Cerminkan Watak dan Karaktermu! Seperti Apa Kukumu?

Ia menyanggah bahwa kabut asap tersebut berasal dari Sarawak dengan mengunggah gambar arah angin dan menegaskan klaim tersebut tidak logis.

"Soal klaim beliau bahwa kabut asap berasal dari Sarawak, lihat saja arah anginnya. Menteri Siti Nurbaya seharusnya tidak berusaha membantah," kritik Yeo, dikutip dari Kompas.com, Jumat (13/9/2019).

Yeo mengatakan bahwa kabut asap yang dialami Malaysia saat ini berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Karhutla Terus Menjadi, Bupati Cek Endra Ikut Padamkan Api di Lokasi Kebakaran Lahan Gambut
Karhutla Terus Menjadi, Bupati Cek Endra Ikut Padamkan Api di Lokasi Kebakaran Lahan Gambut (Tribunjambi/Wahyu Herliyanto)

Sementara itu, Perdana Menteri Mahathir Mohamad enggan menanggapi klaim bahwa kabut tersebut berasal dari Sarawak.

"Tidak apa-apa. Itu komentarnya sendiri. Saya kira kami tak perlu mengatakan apa pun," ujar Mahathir, dikutip dari Kompas.com.

Ia meminta pemerintah Indonesia untuk melakukan upaya guna memadamkan karhutla yang terjadi.

Halaman
1234
Editor: suci
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved