Berita Kriminal Jambi

Kasus Dugaan Salah Tangkap, PH Sebut Pemohon Saat Kejadian Kerusuhan SMB-WKS Tidak Berada di Lokasi

Kasus Dugaan Salah Tangkap, PH Sebut Pemohon Saat Kejadian Kerusuhan SMB-WKS Tidak Berada di Lokasi

Kasus Dugaan Salah Tangkap, PH Sebut Pemohon Saat Kejadian Kerusuhan SMB-WKS Tidak Berada di Lokasi
Tribunjambi/Jaka HB
Kasus Dugaan Salah Tangkap, PH Sebut Pemohon Saat Kejadian Kerusuhan SMB-WKS Tidak Berada di Lokasi 

Kasus Dugaan Salah Tangkap, PH Sebut Pemohon Saat Kejadian Kerusuhan SMB-WKS Tidak Berada di Lokasi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sidang pra peradilan dengan pemohon Ubedillah alias Ruben yang ditahan di Polda Jambi, terkait kasus Serikat Mandiri Batanghari (SMB) yang diduga salah tangkap dilanjutkan Jumat (13/9/2019) pagi.

Sidang beragendakan keterangan saksi dari Polda Jambi, selaku termohon. Sebelumnya Kamis (12/9/2019) pihak Ubedillah atau pemohon menghadirkan beberapa saksi.

Baca: Sidang Praperadilan Kasus Salah Tangkap, Romel: Tahulah Saya Masak Itu Aja Nggak Tahu

Baca: Polres Bungo Ekspose Tiga Tersangka Kasus Karhutla di Bungo

Baca: Sidang Praperadilan, Kasus Dugaan Salah Tangkap, Jawaban Saksi Termohon Berobah-obah

"Dengan agenda bukti surat dari termohon dan saksi dari pemohon. Sidang yang berlangsung selama 4,5 jam, dimulai pukul 09.00 -12.30 WIB diskors sampai pukul 13.30 WIB dan dilanjutkan sampai pukul 14.30 WIB," kata Abdurahman, penasehat hukum pemohon.

Abdurahman mengatakan, pihaknya memang tidak mengajukan bukti surat, karena beban pembuktian surat-surat itu ada di Polda Jambi, selaku termohon yang telah menetapkan kliennya sebagai tersangka.

Adapun saksi-saksi yang dihadirkan oleh Pemohon adalah RR (57), AS (18), RN (22), LT (24) JL (11).

Baca: Sidang Praperadilan Ruben Anggota SMB Berlangsung Alot, Pemohon Hadirkan Lima Orang Saksi

Baca: Divonis Meninggal Dunia, Pria di Jambi Ini Dikabarkan Hidup Kembali, Ini Penjelasan Dokter

Baca: 8 Pramugari Cantik Dinikahi Artis, Mereka Dipertemukan di Udara: Nomor 8 Rela Jadi Istri Kedua

"Saksi-saksi kita pada pokok menerangkan Ubedillah pada tanggal 13 Juli 2019 tidak berada di tempat kejadian kerusuhan.

"Pemohon berangkat ke Muaro Bungo mengantar keponakan baru pulang ke rumah pemohon jam 21.00 atau jam 09.00 malam," ungkap Abdurahman, penasehat hukum Ubedillah.

"Pemohon ini sebenarnya korban atas proses hukum yang sesat, yang sewenang-wenang," jelas Rudi Halomoan SH, seorang tim penasehat hukum pemohon.

Termohon sendiri pada sidang Praperadilan hari ini telah mengajukan 35 alat bukti surat untuk mendukung proses hukum yang telah dilakukan oleh termohon terhadap pemohon.

Termohon harus membuktikan segala tindakan yang telah dilakukannya terhadap pemohon.

"Kita akan konfrontirkan keterangan saksi termohon dengan bukti-bukti surat yang sudah termohon ajukan," ujarnya.

Kasus Dugaan Salah Tangkap, PH Sebut Pemohon Saat Kejadian Kerusuhan SMB-WKS Tidak Berada di Lokasi (Jaka HB/Tribunjambi.com)

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved