Polres Bungo Ekspose Tiga Tersangka Kasus Karhutla di Bungo

Kepolisian Resor Bungo akhirnya mengekspose tiga tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Bungo, Jumat (13/9/2019).

Polres Bungo Ekspose Tiga Tersangka Kasus Karhutla di Bungo
Tribunjambi/Mareza
Kepolisian Resor Bungo akhirnya mengekspose tiga tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Bungo, Jumat (13/9/2019). 

Polres Bungo Ekspose Tiga Tersangka Kasus Karhutla di Bungo

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Kepolisian Resor Bungo akhirnya mengekspose tiga tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Bungo, Jumat (13/9/2019). Mereka adalah Dodi, Agustian, dan Yen Bastian.

Kapolres Bungo, AKBP Januario Jose Morrais dalam keterangan persnya, mengatakan, ketiga tersangka diduga membuka kawasan hutan sejak tahun 2017.

"Dengan cara tebas dan tumbang. Selanjutnya, melakukan penanaman sawit pada lokasi lahan hutan
yang sudah dibuka," kata AKBP Morrais di Mapolres Bungo.

Tindakan mereka mulai diketahui pada Minggu, (28/7/2019) lalu sekira pukul 14.00 WIB di kawasan hutan produksi tetap Bukit Puncur, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo (Konsesi IUPHHK HTI PT MAP).

Ketiga tersangka mengaku melakukan pemiliharaan perawatan tanaman sawit. Saat itulah tersangka Dodi membakar sebatang pohon kayu berdiameter 1 meter dengan maksud supaya pohon tersebut mati terbakar dan tumbang.

Baca: Sidang Praperadilan, Kasus Dugaan Salah Tangkap, Jawaban Saksi Termohon Berobah-obah

Baca: 5 Pelaku Pembakaran Lahan di Tanjab Timur Terancam 10 Tahun Penjara

Baca: Ini Alasan Pemkab Tanjab Timur Ingin Hibahkan Jembatan Muara Sabak

Baca: Divonis Meninggal Dunia, Pria di Jambi Ini Dikabarkan Hidup Kembali, Ini Penjelasan Dokter

Baca: VIDEO: Monumen Cinta Sejati Habibie-Ainun di Parepare Ramai Dikunjungi Warga

"Setelah membakar pohon tersebut para pelaku meninggalkan lokasi lahan," kata Kapolres.

Tersangka Dodi baru tahu imbas tindakannya pada Jumat (2/8/2019), bahwa ada kebakaran di lahannya.
Atas dasar itulah tim Tipidter melakukan penyelidikan pada Selasa (3/9/2019) di tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan penangkapan pada Senin (9/9/2019).

Ketiganya disangkakan pasal 92 ayat (1) huruf a atau pasal 82 ayat (1) huruf b Undang-Undang Republik Indonesia nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan atau pasal 78 ayat (3) UU RI nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan.

Ancaman hukuman yang dikenakan pada tersangka minimal 3 tahun dan maksimal 10 tahun penjara serta denda paling sedikit Rp 1,5 milar dan paling banyak Rp 5 miliar.(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved