Berita Jambi

Awalnya Kesulitan, Cerita Dosen dan Guru di Jambi, Belajar Membuat Big Book

Awalnya Kesulitan, Cerita Dosen dan Guru di Jambi, Belajar Membuat Big Book

Awalnya Kesulitan, Cerita Dosen dan Guru di Jambi, Belajar Membuat Big Book
IST
Awalnya Kesulitan, Cerita Dosen dan Guru di Jambi, Belajar Membuat Big Book 

Awalnya Kesulitan, Cerita Dosen dan Guru di Jambi, Belajar Membuat Big Book

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kemampuan memahami bacaan bagi siswa kelas awal sekolah dasar yang rendah harus menjadi perhatian semua pihak. Guru dan dosen perlu membuat media yang murah dan mudah dibuat agar siswa di kelas awal sekolah dasar memahami makna isi bacaan.

Hal tersebut diungkapkan fasilitator nasional kelas awal Sekolah Dasar Program PINTAR Tanoto Foundation, Dr. Yeti Heryati yang mengatakan rendahnya kemampuan membaca siswa sangat dipengaruhi metode pembelajaran yang dijalankan guru.

Pada umumnya siswa kelas rendah di sekolah dasar diajar membaca dengan cara menghafal.

Sejumlah dosen dan guru Membuat big book
Sejumlah dosen dan guru Membuat big book (IST)

“Anak-anak kita tidak begitu kesulitan mengenali huruf, tapi kalau diminta memaknai isi bacaan, anak-anak kita biasanya lemah,” tutur Yeti, di Jambi, beberapa waktu lalu.

Yeti mengatakan dibutuhkan perubahan metode agar bisa meningkatkan kemampuan membaca. Siswa harus diajar mengenali huruf, mampu membaca kalimat dan mengetahui maknanya sekaligus.

“Guru harus merancang media dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Salah satunya dengan pembuatan Big Book,” tegasnya.

Baca: Dua Siswa SMP Mitra Tanoto Foundation Jadi Finalis Literasi Sekolah Tingkat Nasional 2019

Baca: Kamu Harus Coba, Dosen Unja Ini Berhasil Buat Nata De Coco dari Tauge Sebagai Sumber Nitrogennya

Baca: Beasiswa Dihentikan, Ini Tanggapan Pebulutangkis Jambi yang Pernah Dapat Beasiswa dari PB Djarum

Disebut Big Book karena ukurannya jauh lebih besar dari buku umumnya. Big Book berisi kalimat-kalimat sederhana dan gambar-gambar yang mengilustrasikan isi kalimat.

“Karena tulisannya besar-besar dan standar untuk kelas awal, maka siswa jauh lebih gampang mengenali abjad, huruf dan kata,” tukas Yeti.

Menariknya, sejumlah guru dan dosen di Kota Jambi membuat sendiri big book tersebut, Hendra Budiono, Dosen PGSD FKIP Universitas Jambi mengaku senang belajar membuat big book.

Halaman
12
Penulis: fitri
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved