Kisah 1964, Soekarno dan Heldy Gadis Cantik Kalimantan Timur yang Ingin Jadi Desain Interior
Soekarno memiliki cerita tersendiri dengan Tenggarong, Kutai Kartanegara. Ini terjadi pada 1964 di Istana Merdeka.
Cita-citanya menjadi desainer interior.
Perjalanan ke Jakarta
Dari Samarinda naik kapal menyusuri sungai menuju Balikpapan, lalu dari Pelabuhan Semayang, Balikpapan, naik kapal laut Naira yang besar.
Heldy ditemani Milot dan Izhar, iparnya, serta bayi satu bulan anak terkecil Milot, Achmad Rizali Noor.
Berlayar sepanjang malam menuju Surabaya, dan dari sana disambung naik kereta api sehari semalam ke Jakarta.
Sesampainya di Jakarta, Heldy dipercayai menjadi barisan Bhinneka Tunggal Ika.
Barisan yang diprakarsai oleh Presiden Soekarno itu terdiri atas remaja putra-putri dari pelbagai provinsi.
Suatu hari pada 1964, Heldy berdiri berjajar di tangga Istana Merdeka bersama anggota barisan Bhinneka Tunggal Ika.
Tibalah saatnya Bung Karno muncul dan berjalan menapaki anak tangga.
Seperti biasa, ia berjalan sambil mengamati kiri dan kanan.
Memandang satu demi satu anggota barisan, tersenyum.
Tepat di depan Heldy, Bung Karno mendekat dan menepuk bahu kirinya.
“Dari mana asal kamu?”
“Dari Kalimantan, Pak,” jawab Heldy kaget dan gemetar.
“Oh, aku kira dari Sunda. Rupanya ada orang Kalimantan cantik.”
Ada rasa bangga, khawatir, deg-degan dalam diri Heldy. Orang yang selama ini hanya bisa dilihat lewat foto dan didengar suaranya lewat radio, menepuk dan menyapanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/presiden-soekarno-dan-heldy.jpg)