Asusila

Menolak Bersetubuh Gadis 14 Tahun dicangkul Hingga Tewas, Mayatnya Dipaksa Berhubungan Intim!

Terungkap fakta baru soal pembunuhan terhadap gadis 14 tahun yang menolak berhubungan intim

Menolak Bersetubuh Gadis 14 Tahun dicangkul Hingga Tewas, Mayatnya Dipaksa Berhubungan Intim!
The Clinical Advisor
Ilustrasi pemerkosaan. Gadis asal Pontianak dirudapaksa di hotel selama lima hari 

TRIBUNJAMBI.COM - Terungkap fakta baru soal pembunuhan terhadap gadis 14 tahun di Siak yang menolak berhubungan intim.

Karena nafsu syahwat masih tinggi dan tak terima dengan penolakan itu, sang pacar membunuh dengan cara dicangkul.

Gadis itu pun seketika tewas. Bukannya takut, pria ini malah berhubungan intim dengan mayat si gadis. 

Baca: Peduli Kesehatan Pelajar, Asian Agri Bagi-bagikan Masker Gratis ke Sejumlah Sekolah

Baca: Gantung Diri Dua Hari Jelang Pernikahan, Gadis di Aceh Tulis Pesan Terakhir: Sudah Buntu Jalannya

Baca: Besok Kejari Lelang Barang Bukti Hasil Sitaan Negara, Banyak Mobil Bagus

Setelah puas, pria ini kemudian melarikan diri dan membiarkan jasad si gadis apa adanya.

YP merupakan pelaku pembunuhan terhadap gadis 19 tahun yang berinisial DS (14).

Berikut fakta baru yang ditemukan penyidik dalam aksi pembunuhan tersebut.

 

Sebelum pembunuhan terjadi, YP dan DS sempat berhubungan badan.

Baca: Nonton Live Streaming Dilan 1990 dan Dilan 1991, Jumat 23 Agustus 2019, Ditayangkan di SCTV

Baca: INILAH Keunggulan Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Baru, Kondisi Infrastruktur hingga Minim Bencana

Baca: Kritis, Anggota Manggala Agni Tertimpa Kayu Saat Padamkan Api di Tahura Batanghari

Wakapolres Siak Kompol Abdullah Hariri didampingi Kasat Reskrim Polres Siak AKP Faizal Ramzani mengungkap fakta baru tersebut dalam konferensi pers, Kamis (22/8/2019).

Menurut Hariri, pelaku awalnya mengajak korban ke sebuah pondok kosong di Simpang Belutu, Kelurahan Belutu, Kecamatan Kandis, Siak.

"Di situ mereka melakukan hubungan badan satu kali selama lebih kurang satu menit," ungkap Hariri pada wartawan, Kamis.

Halaman
1234
Editor: heri prihartono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved