Fasha Berharap Anggota Koperasi Tak Terlibat Kasus Pencucian Uang

Wali Kota Jambi Syarif Fasha menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bintek) Registrasi GRIPS bagi Koperasi Simpan Pinjam.

Fasha Berharap Anggota Koperasi Tak Terlibat Kasus Pencucian Uang
Tribunjambi/Rohmayana
Wali Kota Jambi, Syarif Fasha. 

Fasha Berharap Anggota Koperasi Tak Terlibat Kasus Pencucian Uang

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Wali Kota Jambi Syarif Fasha menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bintek) Registrasi GRIPS bagi Koperasi Simpan Pinjam yang diselenggarakan oleh PPATK. Bintek ini membahas terkait sistem informasi anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme (SIAPUPPT), di Swiss-Belhotel Jambi, Kamis (22/8).

Fasha berharap dengan kegiatan ini para pelaku usaha, khususnya koperasi simpan pinjam dan properti, dapat memanfaatkan bimtek dengan maksimal. Karena kegiatan ini belum tentu bisa diikuti lagi tahun depan.

"Saya harap peserta mengikuti bimtek ini dengan baik dan benar. Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat buat kita semua, untuk menghadapi tantangan ke depannya, Supaya dapat bagaimana pelaku-pelaku usaha jangan sampai nanti ada yang namanya terkait dengan TPPU," harapnya.

Fasha tidak ingin jika awalnya menjadi anggota koperasi, namun setelah beberapa bulan akan menjadi pemilik modal dengan hasil kejahatan.

Baca: Direkomendasi Turun Kelas, Begini Tanggapan Dirut RSUD Ahmad Ripin Muarojambi

Baca: Anggaran Kesbangpol Turun, Ini Dampak pada Ormas di Jambi

Baca: 4 Hari Hilang, Uwak Utar Ditemukan Tak Bernyawa di Perairan Pangkal Babu

Baca: Salat Istisqa, Gubernur Jambi Ajak Masyarakat Introspeksi Diri

"Awalnya menjadi anggota koperasi, nanti setelah beberapa bulan kemudian dia menjadi pemilik modal. Ternyata uangnya apa, uangnya uang hasil dari kejahatan yang memang tidak dibenarkan atau mungkin uang tersebut digunakan kelompok-kelompok radikalisme atau teroris," ujarnya.

Sementara Muhamad Sigit Deputi Bidang Pencegahan PPATK mengatakan bahwa kejahatan pencucian uang saat ini sudah melibatkan banyak pihak. Bahkan sudah sampai kepada keluarga pelaku.

"Kejahatan pun juga bisa disalurkan melalui keluarga, bisa melibatkan menantu, mertua dan lainnya. Oleh karena itu, nanti dengan apa-apa yang diberlakukan melalui laporan analisis perusahaan properti dan simpan pinjam ini juga dapat memberikan pemahaman pada bapak ibu untuk terhindar dari pemanfaatan usaha yang bapak ibu jalankan, sebagai sarana pencucian, karena pelaku kejahatan terus mencari celah," jelasnya.

Sigit mengatakan bahwa pentingnya pelaporan keuangan ke pihaknya. Karena, akan sangat menguntungkan pelaku usaha, dimana PPATK akan bisa menganalisa pencucian uang atau uang haram yang menyusup ke pelaku usaha.

"Karena itulah menjadi penting mengenali siapa nasabahnya, bagaimana resikonya kemudian harus verifikasi apa yang mereka sampaikan, kemudian melakukan pemantauan apakah transaksi yang terjadi itu berasal dari hasil penerimaan yang legal,” katanya.

Sigit juga mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan hampir di seluruh wilayah Indonesia dan Kota Jambi merupakan kota yang kesekian.

"Bimbingan yang dilakukan PPATK ini hampir dilakukan di seluruh wilayah Indonesia. Mungkin bimbingan ini tidak cukup. Dan kami berterima kasih dukungan dari Bapak Wali Kota,” pungkasnya.(Rohmayana)

Baca: Krisdayanti Dianggap Tak Sopan saat Ikuti Lomba di Perayaan 17 Agustusan, Jadi Sorotan Warganet

Baca: Minta Turun Hujan, Pemprov Jambi Gelar Salat Istisqa di Lapangan Gubernur Jambi

Baca: Aura Kasih Ngamuk, Seorang Novelis Senior Singgung Pabrik Susu dari Foto Istri Eryck Amaral di IG

Baca: Mantan Kekasih Sebut Norak saat Glenn Fredly Pilih Menikahi Penyanyi Dangdut Mutia Ayu, Kecewa?

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved