Direkomendasi Turun Kelas, Begini Tanggapan Dirut RSUD Ahmad Ripin Muarojambi

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Ripin, dr Ilham menanggapi penurunan kelas untuk RSUD Ahmad Ripin Sengeti.

Direkomendasi Turun Kelas, Begini Tanggapan Dirut RSUD Ahmad Ripin Muarojambi
Tribunjambi/Samsul
RSUD Ahmad Ripin. 

Direkomendasi Turun Kelas, Begini Tanggapan Dirut RSUD Ahmad Ripin Muarojambi

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI- Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Ripin, dr Ilham menanggapi  penurunan kelas untuk RSUD Ahmad Ripin Sengeti. Ia membenarkan bahwa pihaknya telah menerima informasi mengenai hal tersebut.

"Iya di bulan Juli kemarin, kami menerima informasi semacam itu melalui WhatsApp dari Menteri Kesehatan, bahwa ada rekomendasi untuk turun kelas dari C ke D," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa Direktur Jendral (Ditjen) Pelayanan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI tertanggal 15 Juli berisikan rekomendasi untuk menurunkan kelas delapan rumah sakit di Jambi. Dari delapan rumah sakit tersebut, termasuk rumah sakit Ahmad Ripin.

Lebih lanjut disampaikan oleh Dr Ilham bahwa pihaknya telah mengkonfrimasi dan mempelajari terhadap rekomendasi penurunan kelas tersebut. Di katakan oleh Dr Ilham ternyata penilaian tersebut masih penilaian sementara.

Baca: Anggaran Kesbangpol Turun, Ini Dampak pada Ormas di Jambi

Baca: Salat Istisqa, Gubernur Jambi Ajak Masyarakat Introspeksi Diri

Baca: Aura Kasih Ngamuk, Seorang Novelis Senior Singgung Pabrik Susu dari Foto Istri Eryck Amaral di IG

Baca: 4 Hari Hilang, Uwak Utar Ditemukan Tak Bernyawa di Perairan Pangkal Babu

"Kami konfirmasi dan pelajari ternyata itu penilaian sementara. Ini keluar karena ada dari staf rumah sakit yang lalai menginput data, mengupdate data tenaga rumah sakit makanya kita masuk dalam kategori rumah sakit penurunan kelas," terangnya.

Terhadap hal tersebut, pihaknya telah melakukan upload semua data-data yang di minta oleh Menteri Kesehatan. Di ungkapkan oleh Dr Ilham bahwa secara managemen RSUD Ahmad Ripin tidak masuk lagi dalam kategori turun kelas.

"Jadi kita dalam hitungan itu, kita sudah bebas dari resiko itu. Karena resiko turun itu kalo dibawah 75% SDM itu. Sementara kalau kita sudah itu sudah di atas itu," ungkapnya.

Namun Ilham mengaku pihaknya telah berkomunikasi dengan pihak Provinsi Jambi terkait hal tersebut. Pihaknya juga tetap akan menunggu keputusan dari kementerian pada akhir Agustus ini.

"Kalau memang nanti masih bagaimana gitu kan, nanti mungkin dalam beberapa hari kami buatkan lagi nanti surat pernyataan dari Bupati," sebutnya.

"Mudah-mudahan bisa jadi pertimbangan bagi kementrian bukan kita tidak patuh, tetapi memang kemarin itu terkait dengan data SDM rumah sakit," pungkasnya.

Penulis: samsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved