Bendungan Raksasa Senilai Rp 2,8 Triliun di Merangin Mulai Digarap

Pemerintah Kabupaten Merangin menyiapkan anggaran sekitar Rp 9 miliar untuk tahap awal pembangunan bendungan raksasa.

Bendungan Raksasa Senilai Rp 2,8 Triliun di Merangin Mulai Digarap

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO -- Pembangunan bendungan raksasa di Kabupaten Merangin mulai dikerjakan, tahun 2019 ini. Pemerintah Kabupaten Merangin menyiapkan anggaran sekitar Rp 9 miliar untuk tahap awal.

"Tim sudah turun ke lapangan untuk cek lokasi, awal 2020 menyusun larapan menentukan lahan yang digarap dan 2020 akhir sudah mulai kerja fisik," kata Aspan, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Merangin.

Menurut dia, bendungan yang akan dibangun di Desa Parit Ujung Tanjung, Kecamatan Renah Pembarap ini memang pantas dikatakan bendungan raksasa, sebab secara teknis, tinggi bendungan mencapai 80 meter dengan rincian 20 meter ke dalam tanah dan 60 meter ke atas. 

Jika dihitung secara teknis, pembangunan bendungan ini menghabiskan 1,5 juta kubik material.

Setelah jadi nanti, bendungan ini akan dijadikan sebagai pembangkit listrik, irigasi pengairan sawah sebanyak 13 ribu hektare dan air bersih. 

Baca: Patung Pahlawan di Sengeti Muarojambi Pakai Masker, Tak Tahan Kabut Asap?

Baca: Kurangi Dampak Kabut Asap, Dinas Pendidikan Jambi Rencanakan Kurangi Jam Belajar

Baca: KPU Serahkan 55 Nama Calon DPRD Jambi Terpilih pada Gubernur Jambi

Baca: 40 Titik Panas Terpantau di Lima Kabupaten di Jambi, Wilayah Tanjab Timur Terbanyak

Baca: Reshuffle Kabinet, Bupati Kerinci Lantik Puluhan Pejabat Eselon III dan IV

"Jika selesai nanti, bendungan itu akan menjadi bendungan terbesar di Pulau Sumatera yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air baku untuk air minum, sumber irigasi dan potensi listrik," ungkap Aspan.

Tidak hanya untuk Kabupaten Merangin, bendungan ini juga sangat penting bagi Provinsi Jambi, dimana bendungan ini mempunyai potensi air baku sebanyak 2.000 liter per detik. Potensi ini bisa digunakan menjadi sumber air bagi masyarakat di Kabupaten Merangin dan Sarolangun.

Bendungan raksasa tersebut merupakan proyek Kementerian PUPR dengan anggaran dana sekitar Rp 2,8 triliun. Proyek ini direncanakan akan selesai pada 2023 mendatang dengan rincian pekerjaan awal 2020 menyusun larapan menentukan lahan yang digarap terlebih dahulu dan 2020 akhir sudah mulai kerja fisik dan 2023 selesai. 

"Sebenarnya pembangunan ini studinya sejak 2017 lalu sudah dilakukan," imbuhnya. (*)

Penulis: muzakkir
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved