Patung Pahlawan di Sengeti Muarojambi Pakai Masker, Tak Tahan Kabut Asap?

Warga Muarojambi yang sudah cukup lama terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan mulai merasa resah.

Patung Pahlawan di Sengeti Muarojambi Pakai Masker, Tak Tahan Kabut Asap?
Tribunjambi/Samsul Bahri
Patung pahlawan di Muarojambi dipasangi masker sebagai bentuk protes warga pada pemerintah akibat kabut asap. 

Patung Pahlawan di Sengeti Muarojambi Pakai Masker, Tak Tahan Kabut Asap?

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI- Akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa wilayah kabupaten di Jambi menimbulkan bencana kabut asap. Warga Muarojambi yang sudah cukup lama terdampak asap mulai merasa resah.

Sebagai bentuk protes akibat bencana kabut asap, warga di Kelurahan Sengeti, Kecamatan sekernan, Kabupaten Muarojambi memasang masker pada tiga patung pahlawan yang ada di Simpang Tiga Kelurahan Sengeti.

Rozali mengaku, apa yang dilakukannya sebagai bentuk protes dengan kondisi kabut asap yang terjadi di Muarojambi. Ia mengaku prihatin dengan kondisi kabut asap yang saat ini terjadi.

"Sekarang ni kondisinyo kabut asap. Jangankan nak beli masker, beli beras be dak cukup. Samo dengan patung tu, jangan kan manusia, patung be dak sanggup nahan kabut asap ini," ujarnya kemarin.

Baca: Kurangi Dampak Kabut Asap, Dinas Pendidikan Jambi Rencanakan Kurangi Jam Belajar

Baca: 40 Titik Panas Terpantau di Lima Kabupaten di Jambi, Wilayah Tanjab Timur Terbanyak

Baca: Bagikan 1.500 Masker, Begini Pesan Gubernur Jambi pada Pelajar Kurangi Dampak Karhutla

Baca: Kronologi Penangkapan 2,2 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi di Perbatasan Jambi, Narkoba Dibungkus Kopi

Ia meminta kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan persoalan kabut asap. Jangan sampai kabut asap membuat masyarakat tidak bisa beraktivitas.

"Kita harapkan keseriusan pemerintah untuk menyelesaikan persoalan ini," pungkasnya.

Harapan yang sama juga dilontarkan oleh Jeki warga Sekernan, Ia berharap kepada pemerintah untuk benar-benar serius menanggani persoalan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Muarojambi. Pasalnya dampak yang ditimbulkan kabut asap tersebut berimbas pada kesehatan masyarakat.

"Kito yang aktivitas di luar ruangan ini yang paling terdampak, sesak nafas kito. Mato pedih, kito mungkin biso pakek masker, yang lain belum tentu biso. Yang makek masker be masih teraso bau asap, apolagi yang dak makek," ungkap Jeki.

Penulis: samsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved