Berita Nasional

Ahok Sendiri yang Bantah Tak Mungkin saat Diprediksi Jadi Calon Walikota Surabaya, Ini Alasannya

Ahok Sendiri yang Bantah Tak Mungkin saat Diprediksi Jadi Calon Walikota Surabaya, Ini Alasannya

Ahok Sendiri yang Bantah Tak Mungkin saat Diprediksi Jadi Calon Walikota Surabaya, Ini Alasannya
ISTIMEWA/Tangkap layar Youtube Panggil Saya BTP
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok nih 

Ahok Sendiri yang Bantah Tak Mungkin saat Diprediksi Jadi Calon Walikota Surabaya, Ini Alasannya

TRIBUNJAMBI.COM, SURABAYA - Nama mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok disebut-sebut cukup potensial untuk maju sebagai calon wali kota Surabaya pada 2020 mendatang.

Saat ditemui usai mengisi diskusi kebangsaan di Universitas Kristen Petra, Surabaya, Senin (19/8/2019), Ahok pun angkat bicara mengenai kemungkinan dia mengisi posisi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tersebut.

Kader PDI Perjuangan itu meyakini dirinya tidak akan mendapat tugas dari partainya untuk maju menjadi calon wali kota Surabaya.

"Saya bilang, enggak mungkin saya ditugaskan (partai) menjadi wali kota Surabaya," kata Ahok, Senin.

Sebab, Ahok menilai, PDI-P yang menjadi partai pemenang pada Pemilu Legislatif 2019, memiliki banyak kader mumpuni yang bisa dicalonkan di Pilwali Surabaya 2020 mendatang.

Baca: Dilanda Kabut Asap, ISPU di Kabupaten Batanghari Terpantau Masih Kategori Sedang

Baca: Semakin Terang! Sosok Peneror Ruben Onsu dan Sarwendah Dipanggil oleh Thalia Onsu dengan Sebuta Om

Baca: Ekstasi yang Dibawa Tersangka Dari Malaysia, Merupakan Ekatasi Jenis Baru

"Kader-kader (PDI-P) itu masih banyak yang baik," ujar Ahok.

Menurut Ahok, sekalipun dirinya mendapat restu dan sambutan baik oleh sebagian warga Kota Surabaya, dia merasa tidak akan bisa masuk ke ranah politik.

Ahok menyatakan bahwa dirinya akan berkonsentrasi pada pemberdayaan masyarakat.

"Bukan soal sambutan (warga Surabaya). Saya melaksanakan, pertama bisa menolong banyak masyarakat, yang kedua saya sebagai kader partai tentu saya ikut perintah partai," tutur Ahok.

Menurut Ahok, PDI-P memberinya tugas untuk mengajar sekolah politik, terutama tentang penganggaran, hibah, dan pekerjaan daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Halaman
12
Editor: ekoprasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved