Berita Batanghari

Dilanda Kabut Asap, ISPU di Kabupaten Batanghari Terpantau Masih Kategori Sedang

Dilanda Kabut Asap, ISPU di Kabupaten Batanghari Terpantau Masih Kategori Sedang

Dilanda Kabut Asap, ISPU di Kabupaten Batanghari Terpantau Masih Kategori Sedang
tribunjambi/samsul bahri
Ilustrasi. Kabut asap di Muarojambi. (17/8/2019). Dilanda Kabut Asap, ISPU di Kabupaten Batanghari Terpantau Masih Kategori Sedang 

Dilanda Kabut Asap, ISPU di Kabupaten Batanghari Terpantau Masih Kategori Sedang

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Meski Kabupaten Batanghari terdampak kabut asap dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi selama kemarau ini, namun angka Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kabupaten Batanghari, terpantau dalam kategori sedang.

Ini berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batanghari sejak tiga hari terakhir yakni pada 16 hingga 18 Agustus 2019.

Baca: Buka Lahan untuk Kebun Sawit dengan Cara Bakar di Sumay, 3 Tersangka Karhutla di Tebo Ditangkap

Baca: Tiga Kecamatan di Tanjab Timur Kebakaran, BPBD Jambi Kirim Dua Helikompter Water Bombing

Baca: VIDEO: Siaran Langsung di MOLA TV, Live Streaming Laga Wolves vs Manchester United, Dini Hari Ini

"Kita baru melakukan pemantauan pada 16 Agustus kemarin. Dan kondisi udara atau ISPU kita pada kisaran angka 80,60 dengan konsentrasi PM 10 dengan kisaran angka 111,19 kategori sedang," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (19/8).

Kategori tersebut, kata Parlaungan diartikan belum berpengaruh terhadap kesehatan manusia dan hewan ternak.

"Namun berpengaruh terhadap tumbuhan yang sensitif yang memiliki nilai estetika," katanya.

Baca: Hingga Agustus 2019, Lahan yang Terbakar di Muarojambi Sudah 159 Hektare

Baca: SPBU Durian Luncuk, Tolak Minyak Solar dari Pertamina, Diduga Dioplos Sopir Tangki

Baca: 1 Jam Tunggu Pertolongan, Karyawan Bank di Bungo, Tewas di Kebun Sawit, Diduga Sakit

Menurutnya, anak sekolah juga masih beraktivitas atau sekolah seperti biasa. "Angka ISPU kita masih aman," ujarnya.

Pengecekan kualitas udara, katanya menggunakan alat High Volume Air Sampler (HVAS). Dan pengecekan tersebur membutuhkan waktu seharian penuh bahkan hingga dua hari.

"Hutuh persiapan, pengujian dan hasil. Jadi butuh waktu 3 hari. Hasilnya juga tak bisa langsung ditentukan hari itu. Berbeda dengan alat yang dimiliki oleh Pemprov Jambi," katanya.

Pemantauan kualitas udara ini, katanya akan dilakukan pengecekan secara rutin selama musim kemarau ini dan dampak dari kabut asap.

"Pemantauan akan dilakukan terus. Kalau memang sudah baik namun terus kita lakukan," jelasnya.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk jangan melakukan pembakaran lahan bahkan dilarang membakar sampah di tempat yang memicu kebakaran lahan.

"Walau sampah yang dibakar itu sedikit, jangan. Karena akibatnya bisa menjadi besar. Biasakanlah untuk melakukan pengolahan sampah, bukan pembakaran," pungkasnya.

Dilanda Kabut Asap, ISPU di Kabupaten Batanghari Terpantau Masih Kategori Sedang (Rian Aidilfi/Tribun Jambi)

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved