KERE, Cemilan Berbahan Dasar Sayur Pare yang Bernilai Gizi Tinggi

Peria atau yang biasa disebut dengan pare adalah tumbuhan merambat yang berasal dari wilayah Asia Tropis.

KERE, Cemilan Berbahan Dasar Sayur Pare yang Bernilai Gizi Tinggi
IST
Program pengabdian masyarakat dengan metode pendampingan dan pelatihan secara terstruktur oleh dosen dari Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi (UNJA) yang didanai oleh DIKTI . 

KERE, Cemilan Berbahan Dasar Sayur Pare yang Bernilai Gizi Tinggi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Peria atau yang biasa disebut dengan pare adalah tumbuhan merambat yang berasal dari wilayah Asia Tropis. Anggota suku labu-labuan ini biasa dibudidayakan untuk dimanfaatkan sebagai sayuran maupun bahan pengobatan.

Namun di zaman kekinian saat ini, pare tidak hanya disajikan dalam bentuk sayuran mengingat rasanya yang pahit dan kurang diminati oleh kalangan muda. Hal ini lah yang mendasari munculnya inovasi terbaru dalam pembuatan cemilan berbahan dasar pare yaitu “cemilan KERE”.

Pada umumnya masyarakat cenderung lebih suka dengan makanan-makanan ringan yang unik dan berbeda. Jenis makanan yang dikonsumsi sangat beraneka ragam, mulai dari makanan ringan hingga makanan berat.

Makanan ringan yang ada pada saat ini seperti keripik pisang, keripik singkong, keripik jamur dan kebanyakan makanan instan mengandung zat yang kurang baik bagi kesehatan.

Dilihat dari hal tersebut dibuat suatu terobosan dengan adanya pemanfaatan pare sebagai cemilan yang memiliki kandungan gizi yang tinggi dan aman bagi kesehatan. Satu buah pare itu mengandung energi sebesar 29 kalori, protein 1,1 gram, lemak 0,3 gram, karbohidrat 6,6 gram, serat 1,5 gram, kalsium 45 miligram, fosfor 64 miligram, zat besi 1,4 miligram, vitamin A 180 IU, vitamin B1 0,08 miligram, vitamin C 52 miligram, dan air 91,2 gram.

Baca: 21 Pelajar Pilihan Wakili Tanjab Timur di Pentas PAI Tingkat Provinsi

Baca: Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jambi, Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi

Baca: Rapat Paripurna Terakhir, Salma Mahir Pamit Berharap Muarojambi Lebih Baik

Baca: Kabut Asap Meningkat, BPBD Muarojambi Bagikan 1.750 Masker untuk Anak Sekolah

Baca: ISPU di Kabupaten Muarojambi Meningkat, Kualitas Udara Mendekati Tidak Sehat

Dengan menciptakan olahan pare dengan berbahan dasar pare yang akan membuat masyarakat tertarik dan ingin mencoba.

Masyarakat pada umumnya beranggapan pare adalah sayuran yang pahit yang kurang disukai khususnya oleh kalangan muda dan anak-anak. Harapannya dengan mengubah sayur pare menjadi sebuah keripik yang tidak pahit dan orang akan banyak yang suka dengan camilan tersebut.

Mengingat pare itu adalah sayur yang kaya akan gizi dan vitamin. Pada pengolahan keripik ini digunakan bahan-bahan yang alami dan tanpa bahan tambahan pangan (BTP) yang dapat membahayakan kesehatan komsumen.

Untuk menghasilkan cemilan KERE yang bernilai jual tinggi, dibutuhkan bahan-bahan berkualitas dan alat penunjang yang modern. Serta dikemas dengan kemasan yang menarik dengan berbagai varian rasa yang tentunya disukai masyarakat.

Berdasarkan hal tersebut, dilaksanakan program pengabdian masyarakat dengan metode pendampingan dan pelatihan secara terstruktur oleh dosen dari Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi (UNJA) yang didanai oleh DIKTI yang diketuai oleh Edwin Permana ST., MT dengan beranggotakan Dr. Lenny Marlinda, S.T, M.T, dan Dr. Intan Lestari, S.Si, M.Si beserta dibantu oleh Mahasiswa D3 Kimia Industri dan Kimia FST Universitas Jambi.

Ketua Pelaksana Program Pengabdian Masyarakat PKM Edwin Permana mengatakan Kegiatan ini dimaksudkan agar pelaku home industry dapat lebih meningkatkan kapasitas produksinya, sehingga usahanya mampu bertahan dan berkembang lebih luas serta menyerap tenaga kerja lebih banyak dari masyarakat sekitarnya.

"Selain itu juga kedapannya diharapkan agar cemilan KERE ini dapat menjadi produk unggulan provinsi Jambi," katanya.

Kegiatan PKM diawali dengan melakukan pembenahan layout ruang produksi, penerapan good manufacturing product, perbaikan kualitas kemasan produk, sistem pembukuan usaha kecil yang baik sampai dengan pengurusan sertifikasi P-IRT produk home industry.

Baca: Manfaat Mengkonsumsi Makanan Pedas, Turunkan Berat Badan hingga Percepat Metabolisme Tubuh

Baca: Kabut Asap Kian Pekat, Warga Muarojambi Khawatir Bencana 2015 Kembali Terulang

Baca: 50 Anggota Paskibraka Kota Jambi Dikukuhkan, Diajak Nonton Bioskop dan Study Tour ke Batam

Baca: DPRD Tanjab Barat Gelar Rapat Paripurna, Dengarkan Pidato Presiden Joko Widodo

Kegiatan mendapat respon yang sangat baik, hal ini terlihat dari keterlibatan pelaku home industry dalam seluruh rangkaian kegiatan.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi yang telah memfasilitasi kegiatan PKM ini dengan pendanan yang telah bekerja sama dan antusias selama kegiatan berlangsung.

Penulis: rida
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved