180 Calon Kades di Muarojambi Tes Kesehatan, Rata-rata Tensi Darah Tinggi

Sejumlah calon Kepala Desa di wilayah Kabupaten Muarojambi melakukan tes kesehatan di Rumah Sakit Ahmad Ripin.

180 Calon Kades di Muarojambi Tes Kesehatan, Rata-rata Tensi Darah Tinggi
Tribunjambi/Samsul Bahri
Sejumlah calon Kepala Desa di wilayah Kabupaten Muarojambi melakukan tes kesehatan di Rumah Sakit Ahmad Ripin. 

180 Calon Kades di Muarojambi Tes Kesehatan, Rata-rata Tensi Darah Tinggi  

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Sejumlah calon kepala desa di wilayah Kabupaten Muarojambi melakukan tes kesehatan di Rumah Sakit Ahmad Ripin. Kedatangan sejumlah calon Kades tersebut untuk mengikuti rangkaian dari syarat untuk pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak di Kabupaten Muarojambi.

Pilkades serentak sendiri akan dilaksanakan pada 11 November 2019. Pelaksanaan pilkada ini akan serentak dilakukan di 61 Desa di 11 Kecamatan yang ada di Kabupaten Muarojambi

Direktur Rumah Sakit Ahmad Ripin, Dr Ilham menyebutkan bahwa dalam pelaksanaan tes kesehatan yang dilakukan rata-rata calon kepala desa mengalami tensi darah tinggi. 

"Iya rata-rata itu mereka setelah kita periksa darahnya tinggi. Tapi ya kita beri obat untuk mengurangi tensi darahnya," ujarnya.

Baca: Stroke dan Jantung Serang Usia Muda, Maulana Beri Tips Tetap Sehat, Kurangi Sampah Plastik dan Rokok

Baca: Kemarau dan Kabut Asap Jadi Kendala Aktivitas Bongkar Muat di Pelabuhan Talang Duku

Baca: 37 Batang Pinang Meriahkan Acara HUT Tanjab Barat dan HUT RI ke 74

Baca: Bekraf Dukung Penuh Barista Indonesia dengan Sertifikasi Profesi

Baca: Bupati Kerinci Terbang ke Jakarta demi Acara Tour de Singkarak

Lebih lanjut, terhadap tensi darah ini menjadi persoalan tersendiri bagi pihak pemeriksa di RSUD Ahmada Ripin. Karena ada beberapa calon kades yang komplain dan merasa tidak mengalami tensi darah tinggi, dengan alasan tubuhnya sehat.

"Padahal itu setiap umur itu kan tensi darahnya berbeda. Mereka ada yang bilang tubuh mereka sehat-sehat saja, tapi kenapa tensi darah tinggi. Jadi mereka bilang dipersulit, padahal sebenarnya tidak," terangnya.

Selain kendala tersebut, terhadap stok alat untuk cek urin. Disampaikan oleh dr Ilham memang sempat kekurangan alat tes urin, karena pihaknya bekerjasama dengan pihak ke tiga untuk pengadaan alat tes urin.

"Jadi kita stok itu memang tidak terlalu banyak, ternyata yang tes ini banyak, ada sampai 180 orang yang ikut tes. Tapi sekarang semua udah selesai," pungkasnya.

Penulis: syamsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved