Berita Kesehatan

Suku Dayak Menganggapnya sebagai Tanaman Mistis, Begini Cara Mengolah Tanaman Bajakah, Obat Kanker

Suku Dayak Menganggapnya sebagai Tanaman Mistis, Begini Cara Mengolah Tanaman Bajakah, Obat Kanker

Suku Dayak Menganggapnya sebagai Tanaman Mistis, Begini Cara Mengolah Tanaman Bajakah, Obat Kanker
ist
Akar pohon bajakah yang dikabarkan berpotensi menyembuhkan kanker 

Suku Dayak Menganggapnya sebagai Tanaman Mistis, Begini Cara Mengolah Tanaman Bajakah, Obat Kanker

TRIBUNJAMBI.COM - Baru-baru ini viral nama tanaman Bajakah yang sontak menjadi perhatian dalam beberapa hari terakhir setelah diketahui tiga siswa SMA asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah, meraih medali emas di Korea Selatan berkat penelitian mereka terkait tanaman bajakah.

Berdasarkan temuan kedua siswi itu, tanaman bajakah disebut bisa menyembuhkan kanker.

Saat ini, pengobatan kanker masih dilakukan melalui kemoterapi atau operasi untuk membuang sel kanker yang menggerogoti tubuh.

Baca: Ini Penampakan Tanaman Bajakah, Obat Kanker dari Hutan Kalimantan, Punya Antioksidan 1000 x Lipat

Baca: Kandungan Tanaman Bajakah yang Diklaim Mampu Sembuhkan Kanker

Baca: Viral, Temuan Baru Obat Kanker Akar Bajakah, Ternyata Sejak Dulu Digunakan Suku Dayak

Mujarab Awalnya, bajakah diolah secara sederhana hingga dilakukan uji laboratorium resmi terhadap kandungan bajakah di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Mei 2019.

Hasilya, akar bajakah terbukti mengandung antioksidan yang berlimpah dan bisa menjadi penyembuh kanker.

Aiman Wicaksono saat mewancarai siswa dan guru menemukan Tanaman pembasmi kanker
Aiman Wicaksono saat mewancarai siswa dan guru menemukan Tanaman pembasmi kanker (Kompas TV)

Sebenarnya, tumbuhan apakah bajakah itu?

Melalui tayangan AIMAN yang disiarkan Kompas TV, Senin (12/8/2019) malam, dielaborasi lebih jauh proses penelitian para siswi ini dan tanaman bajakah.

Bajakah merupakan tanaman khas Kalimantan Tengah yang sudah lama dipakai sebagai penyembuh kanker secara turun-temurun oleh nenek moyang suku Dayak.

Guru pembimbing Karya Ilmiah Remaja SMA 2 Palangkaraya, Herlina, mengatakan, belum pernah ada penelitian ilmiah terhadap bajakah.

Halaman
1234
Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved