Lagi Asyik Pacaran, Sepasang Remaja di Bungo Ditodong dan Dipaksa Berhubungan Dekat Tambang Pasir

Dua remaja di Kabupaten Bungo, Mawar (nama samaran, 15) dan Putra (nama samaran, 14) terciduk saat sedang pacaran di Kelurahan Cadika, Minggu (30/6).

Lagi Asyik Pacaran, Sepasang Remaja di Bungo Ditodong dan Dipaksa Berhubungan Dekat Tambang Pasir
Tribunjambi/Mareza
Konferensi pers yang digelar di Mapolres Bungo. 

Lagi Asyik Pacaran, Sepasang Remaja di Bungo Ditodong dan Dipaksa Berhubungan Dekat Tambang Pasir

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Dua remaja di Kabupaten Bungo, Mawar (nama samaran, 15) dan Putra (nama samaran, 14) terciduk saat sedang pacaran di Kelurahan Cadika, Minggu (30/6/2019). Kedua remaja itu terpergok Z alias Tok (27) dan temannya, F (DPO).

Melihat kedua remaja tersebut, Z langsung mengancam Mawar dan Putra dengan senjata tajam jika tidak mau menuruti keinginannya dan F.

Hal itu terungkap dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Bungo. "Kejadiannya sekitar pukul 22.00 WIB malam. Tersangka Z dan F membawa kedua korban ke arah bandara dengan mengancam akan dilaporkan ke warga," kata Kapolres Bungo, AKBP Januario Jose Morrais dalam keterangan persnya.

Tidak jauh dari sebuah tambang pasir, tersangka memaksa kedua korban menyerahkan ponsel mereka.
Tidak sampai di sana, keduanya juga dipaksa melakukan persetubuhan di depan tersangka, namun kedua korban menolak.

Baca: Terkena Serangan Jantung Saat Wukuf, Jamaah Haji Asal Tanjab Timur Meninggal

Baca: Penampung Minyak Ilegal Milik Warga Sekayu di Batanghari Terbakar, Api Muncul dari Canting

Baca: Pesta Narkoba Berdua, Ini Penyebab Tuti Divonis Lebih Berat dari Suaminya

Baca: Pesta Narkoba di Kamar, Pasutri di Jambi Divonis 6 dan 5 Tahun Penjara

Baca: Analisis dan Prediksi Menteri-menteri Kabinet Baru Jokowi, Nasib Rini Soemarno dan Susi Pudjiastuti

"Kemudian tersangka mengeluarkan senjata tajam dan memaksa korban untuk membuka celana masing-masing," jelas Kapolres.

Di bawah ancaman tersangka, kedua korban akhirnya menuruti. Namun, keduanya menolak untuk melakukan persetubuhan.

Akhirnya, tersangka Z melakukan tindakan asusila terhadap korban Mawar. Atas hal tersebut, Z disangkakan pasal 365 KUHPidana dan pasal 82 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2014 tentang pencurian dengan kekerasan dan perlindungan anak.

"Ancaman maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 5 miliar, atau minimal 5 tahun penjara," jelas Kapolres.

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved