Jumat, 8 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Warga Desa Arang Arang Mulai Terpapar Asap Kebakaran Gambut

Suasana kabut pekat terasa mengeringkan kelopak mata, meski masker dikenakan aroma pekat asap pembakaran dari tanah gambut begitu menyengat.

Tayang:
Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Deddy Nurdin
Dua orang petugas memadamkan kebakaran di lahan gambut di perbatasan desa Sipin Teluk Duren dan desa Arang-Arang, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi pada Rabu (7/8/2019). 

Warga Desa Arang Arang Mulai Terpapar Asap Kebakaran Gambut

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Suasana kabut pekat terasa mengeringkan kelopak mata, meski masker dikenakan aroma pekat asap pembakaran dari tanah gambut begitu menyengat dan mengganggu indra penciuman. Terutama saat angin bertiup dari arah muka.

Terpaan asap disertai udara hangat seketika membuat gerah. Sejumlah orang yang baru tiba pun seketika bergegas memasang masker. Sementara di seberang kanal, beberapa orang warga yang tergabung dalam MPA (Masyarakat Peduli Api) desa Arang Arang bersama petugas lainnya sibuk mengarahkan nozel selang pemadam api ke sekitarnya.

Beberapa orang berjaga di seberang kanal, mengotrol mesin robin yang bekerja menyedot air dari kanal yang airnya keruh.

Menurut informasi warga yang melakukan pemadaman bersama petugas, sudah 11 hari sejak terbakar. Tak ada juga tanda akan padam, meski disiram secara terus menerus, namun sebentar saja ditinggal akan kembali memancarkan asap dari dalam tanah itu.

Baca: Fachrori Minta Satgas Karhutla Bekerja Preventif

Baca: Tiga Napi Lapas Muara Bulian akan Bebas Pada 17 Agustus

Baca: 6 Tahun Waterboom Muara Bulian Terbengkalai, SKPD Saling Lempar Tanggung jawab Aset Rp 24 Miliar

Baca: Kondisi Situs Perahu, Rentan Rusak, Arkeolog UI Libatkan Konservasi BPCB Jambi

Baca: VIDEO: Mau Merampingkan Perut Buncit Karena Obesitas, Cukup Konsumsi Ini Rutin Sebelum Tidur

Sekitar 50 hektar lebih lahan gambut yang berada di perbatasan Desa Arang-Arang dan Desa Sipin Teluk Duren, Kecamatan Kumpeh Ulu itu terbakar selama 11 hari kemarin.

Sementara lokasi yang terbakar itu menurut warga merupakan lahan perkebunan warga dan tanah kosong. Lokasi yang terbakar kini hanya terpisah kanal dengan areal perusahaan perkebunan sawit PT SNP.

Zulkarnain, anggota MPA Arang Arang yang juga merupakan tim pemadam kebakaran dari PT SNP mengatakan sekitar 60 warga ikut terlibat melakukan pemadaman api. Namun, untuk memadamkan api bukan lah mudah.

"Kami ada 60 orang yang ikut memadamkan, sebagian memang kami warga Arang Arang yang kerja di PT SNP, jadi tugas kami juga mencegah agar api tidak menjalar ke lahan perusahaan, makanya kami siram terus sambil juga memadamkan api," ujarnya.

Bahkan selain warga, sejumlah personel TNI dan Polri bersama gabungan BPBD dan Manggala Agni juga melakukan pemadaman di titik berbeda di lokasi itu. Namun, kebakaran tak juga bisa diatasi dengan mudah.

"Malah beberapa hari ini ada water bombing dari helikopter, tetap juga karena api di dalam bukan di atas tanah. Makanya padam di atas di bawah tetap nyala seperti dalam sekam," ujarnya.

Dalam waktu 11 hari kebakaran, saat ini warga di Desa Arang-Arang dan Sipin Teluk Duren pun mulai merasakan dampaknya.

Asap pun dalam beberapa hari terakhir mulai merambah pemukiman warga, terutama di malam hari. Asap pekat tak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga pernafasan warga.

"Dia terasanya malam, jam 9 malam ke atas asapnya turun pekat, jadi bernafas itu terasa kering terus hidung dan tenggokan," kata Zulkarnain.

Namun sampai sejauh ini Zulkarnai mengatakan belum ada dampak langsung yang terasa akibat paparan kabut asap di desanya. "Sekarang belum yang mengeluh seperti apa yang jelas kami rasakan kalau malam sampai di dalam kamarpun asapnya masuk. Dan bernafas terganggu rasanya," katanya.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved