Berita Tanjab Timur

Kondisi Situs Perahu, Rentan Rusak, Arkeolog UI Libatkan Konservasi BPCB Jambi

Kondisi Situs Perahu, Rentan Rusak, Arkeolog UI Libatkan Konservasi BPCB Jambi

Kondisi Situs Perahu, Rentan Rusak, Arkeolog UI Libatkan Konservasi BPCB Jambi
Tribunjambi/Abdullah Usman
Kondisi Situs Perahu Kuno Lambur, Rentan Rusak, Arkeolog UI Libatkan Konservasi BPCB Jambi 

Kondisi Situs Perahu, Rentan Rusak, Arkeolog UI Libatkan Konservasi BPCB Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Tergabung dalam penelitian Universitas Indonesia (UI) terhadap situs perahu kuno Lambur di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, BPCB Jambi melakukan pendampingan, terutama terkait konservasi situs.

Kondisi situs yang berada di bawah lapisan tanah yang basah, mengakibatkan situs memiliki tekstur yang sedikit lembut dan rapuh.  Meski secara bentuk masih terjaga, namun untuk kondisi memang lebih riskan.

Baca: Perahu Kuno Lambur akan Muncul Utuh, Tim Arkeolog UI Lakukan Ekskavasi Bersama BPCB Jambi

Baca: VIDEO: Mengerikan, Detik-detik Wahana Air Tsunami Berujung Petaka, 44 Pengunjung Luka Berat

Baca: Wanita Ini Bobol Apartemen Tetangganya, Perkosa Seorang Pria: Pelaku Tipikal Wanita Agresif

Bagian Konservasi BPCB Jambi Rhis Eka Wibawa, saat dikonfirmasi Tribunjambi.com mengatakan, untuk BPCB Jambi sendiri menaungi beberapa wilayah ada empat provinsi, yaitu Jambi, Sumsel, Bangka Belitung dan Bengkulu.

Untuk penemuan situs seperti ini sudah pernah dijumpai terutama di kawasan Sumatera. Terakhir kata dia, penemuan perahu Sriwijaya di daerah Sungai Lematang Sumsel.

"Ada perbedaan dengan penemuan perahu sebelumnya terutama dari segi kontur wilayahnya. Jika di Sumsel ditemukan tepat di pinggir sungai," bebernya.

Yang menjadi perhatian tim BPCB dalam ekskavasi kali ini adalah, dimana situs saat ini berada di bawah lapisan tanah yang berbeda kontur, baik suhu, maupun kondisi iklim ketika sudah berada di permukaan.

Baca: Debu Batubara Beterbangan Sampai ke Komplek Percandian Muarojambi, Bisa Mengancam Situs Sejarah

Baca: Bacaan Surat Yasin dan Tahlil Huruf Arab, Latin Lengkap Dengan Artinya, Bacaan Yasinan Malam Jumat

Baca: Jangan Kuatir, Warga Bisa Dapatkan Pasokan Air Bersih Melalui SPAM, Kekeringan di Tanjab Timur

"Karena setelah di ekskavasi situs tersebut membutuhkan perhatian lebih untuk dapat mempertahankan bentuk utuh. Di situlah peran kita sebagai konservasi untuk menjaga degradasi atau penurunan kualitas sikayu tadi," paparnya.

Untuk tidak lanjut dari hasil ekskavasi tersebut, nantinya BPCB menunggu hasil akhir ekskavasi dan petunjuk dari arkeolog menyesuaikan hasil akhir dari data yang didapat berdasarkan hasil ekskavasi.

Kondisi Situs Perahu, Rentan Rusak, Arkeolog UI Libatkan Konservasi BPCB Jambi (Abdullah Usman/Tribun Jambi)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved