Perahu Kuno Lambur akan Muncul Utuh, Tim Arkeolog UI Lakukan Ekskavasi Bersama BPCB Jambi

Tim penelitian UI bersama Unja dan BPCB Provinsi Jambi melakukan ekskavasi situs sejarah perahu kuno Lambur.

Perahu Kuno Lambur akan Muncul Utuh, Tim Arkeolog UI Lakukan Ekskavasi Bersama BPCB Jambi
Tribunjambi/Abdullah Usman
Proses ekskavasi situs sejarah perahu kuno Lambur. 

Perahu Kuno Lambur akan Muncul Utuh, Tim Arkeolog UI Lakukan Ekskavasi Bersama BPCB Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Tim penelitian Universitas Indonesia (UI) bersama Universitas Jambi dan Badan perlindungan cagar budaya BPCB Provinsi Jambi, melakukan ekskavasi situs perahu kuno Lambur, Rabu (7/8).

Pantauan Tribunjambi.com di lapangan, ekskavasi untuk menunjukkan wujud perahu kuno yang menjadi situs bersejarah di Lambur I, Kecamatan Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Terdapat beberapa poin utama yang menjadi tujuan tim dalam melakukan ekskavasi. Dalam penelitian tersebut dijadwalkan akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

Dikatakan ketua tim peneliti arkeolog UI Ali akbar, saat dikonfirmasi Tribunjambi.com di lapangan mengatakan, dalam penelitian yang dilakukan kali ini ada beberapa poin yang memang menjadi target selam ekskavasi dilakukan.

"Di antaranya fokus penelitian ini, pertama kita mencari tahu pasti dulu posisi pasti perahu. Selanjutnya lebar dan panjang, baru selanjutnya lebih rinci jenis kapal, bahan dan dari peradaban apa untuk membuka sejarah, intinya penampakan keseluruhan bentuk,"  ujarnya.

Baca: KBB Tanjab Barat Ikut Lestarikan Budaya Banjar di Tanah Perantauan

Baca: Kongres V PDI P Besok, Agenda Pengganti atau Tetap Megawati dan Calwakot Solo, Nama Mencuat

Baca: Permudah Nasabah untuk Mendaftar Haji, Pegadaian Perkenalkan Arrum Haji Lewat Seminar

Baca: Gelagat Bos PT PLN Sripeni Langsung Tertunduk Saat Karni Ilyas Tanya Korban Tewas saat Listrik Mati

Proses ekskavasi tersebut membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan butuh proses sehingga didapat hasil yang akurat.

"Pada hari ini kita baru mulai eksen dijadwalkan hingga November mendatang. Di hari pertama ini kita melakukan panggilan di beberapa titik dan spot dulu," ujarnya.

Yang menarik situs perahu kuno ini berdasarkan dari hasil penelitian tahun 1997, pada perahu tersebut diketahui terdapat susunan papan yang diikat dengan tali menggunakan teknik kuno dan ternyata dari hasil penelitian juga diketahui bahwa teknik tersebut merupakan teknik khas Asia Tenggara.

"Memang untuk situs perahu kuno yang ada disini terdapat kendala, terutamanya dari segi kontur wilayah yang basah sehingga kondisi situs sedikit lembut dan rentan hancur. Maka dari itu kita bersama tim konservasi BPCB jambi untuk melakukan bersama," pungkasnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved