KBB Tanjab Barat Ikut Lestarikan Budaya Banjar di Tanah Perantauan

Lestarikan nilai budaya Banjar, KBB Tanjab Barat ikut terlibat dalam Pagelaran Festival Seni Budaya Nusantara, Selasa (6/8/2019) malam.

KBB Tanjab Barat Ikut Lestarikan Budaya Banjar di Tanah Perantauan
Tribunjambi/Darwin
Penampilan pencak silat di Pagelaran Festival Seni Budaya Nusantara yang berlangsung di Tanjab Barat. 

KBB Tanjab Barat Ikut Lestarikan Budaya Banjar di Tanah Perantauan

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Lestarikan nilai budaya Banjar, KBB Tanjab Barat ikut terlibat dalam Pagelaran Festival Seni Budaya Nusantara, Selasa (6/8/2019) malam.

Keterlibatan Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) pada penampilan pentas seni dan budaya Banjar Kalimantan Selatan, dalam persembahan dari Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Tanjab Barat.

Dengan mengangkat tema, "Waja Sampai Kaputing" itu turut juga dalam memeriahkan hari jadi Kabupaten Tanjung Jabung Barat ke 54 tahun dan HUT RI ke 74 tahun.

M Yusuf Arsad, Ketua Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) menyampaikan meskipun dianggap asing oleh masyarakat, namun mereka tetap semangat dalam melestarikan kebudayaan di tengah perkembangan zaman.

Dijelaskannya, KBB merupakan ormas yang menjadi wadah organisasi masyarakat etnis Banjar.

Baca: Permudah Nasabah untuk Mendaftar Haji, Pegadaian Perkenalkan Arrum Haji Lewat Seminar

Baca: Kongres V PDI P Besok, Agenda Pengganti atau Tetap Megawati dan Calwakot Solo, Nama Mencuat

Baca: Gelagat Bos PT PLN Sripeni Langsung Tertunduk Saat Karni Ilyas Tanya Korban Tewas saat Listrik Mati

Baca: Semifinal Piala AFF U-15 2019 Timnas Indonesia vs Thailand Simak Cara Live Streaming Nonton di HP

Baca: Ternyata Sudah 2 Kali Benang Jahit Operasi Sesar di RSUD Kerinci Tak Ada, DPRD Panggil Pihak RSUD

KBB awalnya bernama KKBK yang dari hasil kongres 2012 berubah menjadi KBB. KBB bermisi sosial kemasyarakatan dengan diikat tradisi leluhur serta akar budaya yang menjadi kerangka acuan dalam peran sosialnya.

"KBB lahir dari aspirasi masyarakat Banjar di perantauan yang tidak ingin hubungan historis sejarah dan budaya antara banjar benua dengan perantau terputus," ujarnya.

Yusuf mengaku terus berusaha untuk membangkitkan KBB sebagai wadahnya. Sebab Tanjab Barat merupakan wilayah yang memiliki penduduk yang cukup banyak dari Bubuhan Banjar.

Menurutnya banyak tradisi Banjar yang telah hilang tergerus oleh zaman. Hal itu lah yang mendasari KBB untuk terus melestarikannya.

Halaman
12
Penulis: Darwin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved