Berita Muarojambi

Debu Batubara Beterbangan Sampai ke Komplek Percandian Muarojambi, Bisa Mengancam Situs Sejarah

Debu Batubara Beterbangan Sampai ke Komplek Percandian Muarojambi, Bisa Mengancam Situs Sejarah

Debu Batubara Beterbangan Sampai ke Komplek Percandian Muarojambi, Bisa Mengancam Situs Sejarah
Tribunjambi/Samsul Bahri
Borjo, pemuda peduli dengan Candi Muarojambi. Debu Batubara Beterbangan Sampai ke Komplek Percandian Muarojambi, Bisa Mengancam Situs Sejarah 

Debu Batubara Beterbangan Sampai ke Komplek Percandian Muarojambi, Bisa Mengancam Situs Sejarah

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Keberadaan stopel batubara milik PT TGM, yang berada di seberang Desa Muarojambi, Kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muarojambi, menimbulkan masalah.

Komplek Candi Muarajambi, yang merupakan situs sejarah dan terluas se Asia Tenggara, tidak luput menjadi imbas dari debu batubara dari stopel PT TGM yang berada di seberang Desa Muara Jambi.

Borjo, pemuda setempat yang juga peduli terhadap keberadaan Candi Muara Jambi mengungkapkan bahwa debu batubara sudah sampai dalam komplek Candi Muarajambi.

Baca: Penampakan Dampak Stopel Batubara, Kesehatan Warga Desa Muara Jambi, Mulai Terancam

Baca: Kuatnya Guncangan, Gempa 7,4 SR di Perairan Banten Hari Ini Terasa hingga Yogyakarta

Baca: LIVE STREAMING KOMPAS TV, Pantaun Kondisi Gempa Banten yang Berpotensi Tsunami

"Imbas dari kegiatan industri yang ada di seberang Desa Muara Jambi, stopel yang berada di seberang Muarajambi itu berimbas kepada ancaman kerusakan terhadap situs percandian Muarajambi," jelasnya.

Menurut Borjo, debu batubaru sudah sampai ke area percandian Candi Gumpung. Dikatakannya, debu di area candi tersebut, sudah di ambil sample oleh pihak BPCB Jambi, guna memastikan apakah debu yang berwarna hitam tersebut.

Stopel batubara yang berada di seberang Sungai Batanghari
Stopel batubara yang berada di seberang Sungai Batanghari (Tribunjambi/Samsul Bahri)

"Kalau untuk candi sendiri, kemarin sudah dicek oleh pihak BPCB, itu terbukti debu hitam sampai ke candi. Kemarin sudah dicek Candi Gumpung, Di lihat dari tissu dan juga tangan itu debunya hitam dan sampelnya itu sudah di bawa untuk di cek," paparnya.

Lebih lanjut dikatakannya, di area stopel batubara tersebut ada sekitar 3.980 hektare lahan di kawasan tersebut, yang masih ada beberapa situs percandian.

Menurutnya jika persoalan ini tidak terselesaikan bukan tidak mungkin situs tersebut akan rusak.

Baca: Gempa Banten Hari Ini, Peringatan Dini Tsunami Dari BMKG Belum Dicabut Untuk Wilayah Ini

Baca: Gempa Jakarta Terkini, Warga Rasakan Getaran, BMKG Keluarkan Peringatan Potensi Tsuanmi

Baca: Bantai Filipina 4 0. Timnas U-15 Indonesia Kokoh di Puncak Klasemen Piala AFF U-15 2019

"Dalam PT TGM itu ada candi teluk, menapo cino dan elayangan. Aktivitas industri batubara itu secara otomatis ancaman perusakan lebih besar. Baik dari segi fisik bangunannya, terus rentan terhadap kerapuhan bahan bangunan dari debu yang dihasilkan industri batubara itu," papar Borjo.

Halaman
12
Penulis: samsul
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved