57 Warga Batanghari Terserang ISPA Akibat Karhutla, Dinas Kesehatan Siapkan 5000 Masker

Karhutla yang terjadi di Kabupaten Batanghari tak hanya timbulkan kabut asap, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat.

57 Warga Batanghari Terserang ISPA Akibat Karhutla, Dinas Kesehatan Siapkan 5000 Masker
IST
Kebakaran lahan di Tanjab Timur. 

57 Warga Batanghari Terserang ISPA Akibat Karhutla, Dinas Kesehatan Siapkan 5000 Masker

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Batanghari tak hanya timbulkan kabut asap, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat.

Dinas Kesehatan Batanghari, mencatat sebanyak 57 warga telah terserang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Penyebab meningkatnya kasus ISPA ini tidak terlepas dari terjadinya kasus karhutla.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Batanghari Elfie Yennie melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular, Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari, dr Zulkarnain Marbun. Laporan penyakit ISPA ini secara rutin diterima dinas kesehatan dari Puskesmas dan rumah sakit.

Ada kecenderungan peningkatan kasus ISPA sejak beberapa waktu terakhir. Pada Januari hingga Juli 2019, tercatat 57 kasus penderita ISPA. Di Januari sebanyak 16 kasus, Februari 10 kasus, Maret 9 kasus, April 11 kasus, Mei sebanyak 11 kasus, dan Juni 6 kasus.

Baca: Niat Curi HP, Fajrin Sampai Sandra Pemilik Rumah dan Mengelas Pagar, Nasibnya Kini

Baca: Kecelakaan Maut Bus Transport Expres, Begini Kesaksian Korban Selamat

Baca: Burung Murai Batu Rp 7,5 Juta Dicuri, Wagino Kaget Pencuri Orang yang Dikenal

Baca: 6000 Anggota Pramuka di Kota Jambi Ikut Gerak Jalan, Meriahkan HUT Pramuka ke 58

Baca: Jelang Idul Adha, Stok Daging Beku Bulog Kuala Tungkal Kosong

"Dibandingkan dengan tahun lalu pada periode yang sama, kasus ISPA berjumlah 68 kasus. Tentu saja ada pengaruh kabut asap dengan penyakit ISPA. Akibat udara yang kotor akan mengganggu saluran pernafasan manusia. Setiap Puskesmas akan terus memantau penyakita ISPA akibat kabut asap," ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular Dinkes Batanghari, dr Zulkarnain Marbun, Rabu (7/8).

Dikatakan Zulkarnain, masyarakat harus mewaspadai dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan bagi kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan juga mengimbau, agar warga tidak banyak melakukan aktivitas di luar ruangan.

"Kalau tidak ada sesuatu yang mendesak, kami mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di luar ruang. Jika hendak keluar, sebaiknya menggunakan masker," himbaunya.

Saat ini Dinkes Batanghari sudah menyiapkan 5.000 masker yang siap dibagikan kepada masayakat.

"Ini merupakan langkah antisipasi untuk mencegah dampak kabut asap bagi kesehatan. Kita sudah siagakan 5.000 masker untuk masyakat dan siap dibagikan jika dibutuhkan," pungkasnya.

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved