Kecelakaan Maut Bus Transport Expres, Begini Kesaksian Korban Selamat

Kecelakaan itu terjadi di Km 17, Simpang Somel, Dusun Embacang Gedang, Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, Bungo, sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

Kecelakaan Maut Bus Transport Expres, Begini Kesaksian Korban Selamat
Tribunjambi/Mareza
Kecelakaan maut bus Transport Expres dengan dump truck di Jalan Lintas Sumatera. 

Kecelakaan Maut Bus Transport Expres, Begini Kesaksian Korban Selamat

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Beberapa saat pasca kecelakaan maut bus Transport Expres dengan dump truk di Jalan Lintas Sumatera, sejumlah korban selamat masih ada di lokasi kejadian.

Kecelakaan itu terjadi di Km 17, Simpang Somel, Dusun Embacang Gedang, Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, Bungo, sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

Kecelakaan itu melibatkan bus Transport Expres jurusan Jakarta-Padang dengan nomor polisi BA 7017 AU dan dump truk dengan nomor polisi BA 9579 AO.

Joko yang selamat dalam kecelakaan maut itu cerita, dia duduk di belakang saat bus yang dia tumpangi menabrak truk tersebut.

"Sekitar jam 01.00 WIB lah kejadiannya. Kami tidak tahu pasti, soalnya pada tidur. Pas bangun, sudah tabrakan," katanya pada Tribunjambi.com.

Muhaimin mengaku menyaksikan langsung kecelakaan maut itu terjadi. Saat kejadian, dia duduk di depan dan baru mencolokkan pengisi daya baterai ponselnya ke konektor dekat sopir. Namun, saat baru meletakkan ponsel di dashboard, bus menghantam truk.

Baca: Burung Murai Batu Rp 7,5 Juta Dicuri, Wagino Kaget Pencuri Orang yang Dikenal

Baca: Pulihkan DAS, BBKSDA Tanam Seratusan Pohon Mangrove di Pelabuhan Roro Kuala Tungkal

Baca: Ngantuk, Mobil Warga Palembang Nyungsep ke Parit di Muara Bulian Jambi

Baca: Kembangkan Wisata Geopark Merangin, Pemerintah Gelontorkan Rp 10 Miliar

Baca: Jelang Idul Adha, Stok Daging Beku Bulog Kuala Tungkal Kosong

"Aturannya kan lurus pada jalur masing-masing, tapi truk ini banting ke kanan, ambil jalan. Tapi karena tidak balik, bus ini juga ambil ke kanan, supaya menghindar. Tapi pas dekat, truk ini balik banting ke kiri," jelasnya.

Muhaimin terpental keluar bersama Indra, kondektur bus. Muhaimin hanya mengalami luka pada leher.

Saat kejadian Indra, di kursi depan bus ada tiga orang. Saat kejadian, dia berhasil selamat meski harus mengalami luka di bagian kepala dan memar di tangan beberapa bagian lainnya.

Dia cerita, saat itu kondisi jalan yang dilalui bus menurun, dan bus sempat mengerem sebelum mengambil jalur kanan untuk berusaha menghindari truk.

"Bus ini turun, truk itu naik posisinya. Karena truk itu ambil jalan kita (bus, red), sopir ini coba menghindar, tapi kecelakaan itu tidak terelak lagi," terangnya.

Dari 40 orang yang berada dalam bus jurusan Jakarta-Padang ini, 19 orang menjadi korban. Dua di antaranya meninggal dunia, yaitu sopir bus bernama Yasrizal dan seorang penumpang bernama Sindi Nofia Putri. Tiga orang mengalami luka berat, sementara sisanya 14 orang mengalami luka ringan.

Pantauan Tribunjambi.com, sejumlah penumpang selamat sudah dipindahkan melalui armada lain menuju tempat tujuan. Dari informasi yang diperoleh, korban meninggal dunia juga dibawa ke rumah duka.

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved