Kopi Pagi

Waspada Sumatera Darurat Asap (Karhutla), Jawa Darurat Listrik (PLN)

Dua bencana ini, sebenarnya sangatlah terduga dan terprediksi. Namun demikian, seringkali kita memang gagal untuk menanggulanginya.

Penulis: Dodi Sarjana | Editor: Duanto AS
(Tribun Jambi Edisi Selasa, 6 Agustus 2019)
Darurat Karhutla, Asap Tiba di Malaysia, Menteri LHK Minta Perhatian Gubernur 

Penyebab listrik mati harus diungkap seluruhnya agar di kemudian hari tidak terjadi lagi. Perusahaan BUMN PLN juga perlu diaudit tuntas untuk memastikan seluruh proses dan sistem berjalan.

Dampak paling besar atas matinya listrik tentu terkait perekonomian. Namun listrik mati tentunya juga akan berimbas ke mana-mana, termasuk kesehatan dan kriminalitas. Bahkan mungkin juga duka kebakaran, tatkala ada insiden lilin atau lampu teplok yang membakar rumah.

Beberapa media di tanah air memberitakan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan bakal mengerahkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi atau BPPT untuk mengaudit kejadian padamnya listrik di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten pada Minggu, 4 Agustus 2019.

Sebelum ada audit, Luhut enggan berandai-andai soal peristiwa tersebut. Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang meminta adanya evaluasi mendasar terkait kejadian tersebut.

Dari hasil audit tersebut, Luhut menduga akan ada beberapa rekomendasi. Satu di antaranya berhubungan usul Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi agar ada pembangkit listrik khusus untuk sarana transportasi strategis.

"Mungkin hasil audit bisa sampai ke sana. Dengan adanya teknologi 4.0 lalu ada startup segala macam, kemarin kan menyedihkan sekali down enam jam. Itu saya pikir enggak boleh terjadi," ucap Luhut, seperti dikutip tempo.co.

Sebelumnya terjadi pemadaman listrik pada Minggu, 4 Agustus 2019 pukul 11.48 WIB hingga hampir tengah malam di Jawa Barat, Jakarta dan Banten. Hal itu berawal dari gangguan beberapa kali pada Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (SUTET) 500 kV Ungaran- Pemalang.

GM Unit Induk Pusat Pengatur Beban PLN, Edwin Nugraha Putra, menjelaskan padam listrik kali ini disebut N minus 3.

Dia mengatakan N minus 3 artinya terdapat 3 yang terganggu, yaitu di Pemalang-Ungaran terdapat dua sirkuit listrik di sistem utara. Kemudian di sisi selatan atau di Depok dan Tasikmalaya ada pemeliharaan 1 sirkuit.

Apa pun yang terjadi, dua persoalan yang menyangkut hajat hidup orang banyak ini perlu segera diselesaikan.

Asap dan Listrik dua persoalan yang tali temali dan sangat urgent. Keduanya memiliki dampat yang muti kompleks. Keduanya bisa berimbas ke mana-mana.

Oleh karenanya, demi kedaulatan kita, semuanya, mulai dari rakyat hingga pejabat harus terlibat dan menyeriusi persoalannya. Salam sehat dan sejahtera. (berbagai sumber)

Oleh: Dodi Sarjana

 Total Utang BUMN Mencapai Rp 2.394 Triliun? Akhirnya Terungkap Digunakan untuk Apa Saja

 Awas 14 Penyakit yang Muncul Akibat Udara Kotor! Siapa Bilang Kabut Asap Tak Bahaya

 Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun, Kyai Haji Maimoen Zubair alias Mbah Moen Meninggal Dunia di Mekah

 Posisi Kaki Irish Bella Memang Selalu Beda, Mengapa? Foto-foto Masa Kecil Diungkap Johan de Beule

 Setelah 3 Bulan Rahasia Nikah Irish Bella Ammar Zoni Terungkap, Mengapa Ranty Maria Posting Ini?

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved