Aroma Kabut Asap Menyengat di Jambi, Dampak Bagi Kesehatan, Kanker Paru-paru Sampai Sakit Jantung

Padahal kabut asap dalam jangka panjang cukup berbahaya dampak bagi kesehatan mulai dari kanker paru-paru hingga sakit jantung.

Aroma Kabut Asap Menyengat di Jambi, Dampak  Bagi Kesehatan, Kanker Paru-paru Sampai Sakit Jantung
TRIBUN PEKANBARU
Kabut asap tipis menyelimuti kawasan Jalan Sudirman, Pekanbaru, Jumat (15/3/2019). KABUT ASAP Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan Sebabkan Penerbangan di Bandara Pinang Kampai Dibatalkan (Tribun Pekanbaru/Theo Rizky) 

Memperburuk gejala penyakit paru-paru

Penyakit asma dan PPOK berisiko menjadi semakin parah jika menghirup kabut asap. Penelitian di Thailand menunjukkan bahwa pada musim kabut asap, jumlah kunjungan di unit gawat darurat terkait kambuhnya gejala penyakit asma dan PPOK turut meningkat. Hal ini dikarenakan zat yang terkandung dalam kabut asap bersifat iritatif dan dapat membuat paru-paru meradang.

Berdampak kepada fungsi jantung

Partikel-partikel yang ada dalam kabut asap berisiko menginfiltrasi aliran darah manusia sehingga dapat berakibat buruk bagi jantung. Hal ini terjadi karena partikel dalam kabut asap biasanya sangat kecil, yaitu kurang dari 10 mikrometer. Makin kecil ukuran partikel, maka makin besar risiko yang bisa ditimbulkan.

Penelitian juga menunjukkan bahwa paparan kabut asap dalam jangka panjang berkaitan erat dengan meningkatnya risiko penyakit jantung koroner dan penumpukan plak pada pembuluh darah. Hal ini diduga berkaitan dengan proses peradangan yang muncul karena paparan partikel di dalam kabut asap.

Baca: Prajurit Kopassus Kunyah Ular Kobra Hidup-hidup, Lalu Darahnya Diteguk: Menhan AS Terbelalak

Baca: Tugas KPPS Pilkada Tak Seberat Pemilu Serentak, KPU Tak Khawatirkan Kejadian Serupa Terulang

Baca: Ikut Pilkada di Kabupaten Tanjab Barat, Anwar Sadat Siap Lepaskan Kursi di DPRD Provinsi Jambi

Buruk untuk mata

Efek buruk kabut asap juga dapat menyebabkan iritasi pada mata, akibat debu dan zat iritatif di dalam kabut asap. Untuk itu, sediakan obat tetes mata dan jangan lupa gunakan kacamata jika bepergian ke luar rumah.

Berisiko terkena kanker paru-paru

Apabila seseorang terpapar kabut asap dalam jangka panjang, maka orang tersebut memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita kanker paru-paru, sekalipun dia bukan perokok. Karena, kabut asap mengandung banyak partikel penyebab kanker (karsinogen).

Dampak pada kulit

Halaman
123
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved