Drama Manis Perekrutan Gadis Bawah Umur untuk Pijat Plus-plus, Pelanggan Kalangan Menengah Atas
Aktivitas hubungan badan bertiga atau threesome di Spa and Massage D'Glamour Jalan Raya Gampengrejo, Kabupaten Kediri digerebek polisi.
Drama Manis Perekrutan Gadis Bawah Umur untuk Pijat Plus-plus, Pelanggan Kalangan Menengah Atas
TRIBUNJAMBI.COM - Aktivitas hubungan badan bertiga atau threesome di Spa and Massage D'Glamour Jalan Raya Gampengrejo, Kabupaten Kediri digerebek polisi.
Di tempat ini, selain menyediakan jasa pijat dan spa, ternyata juga terdapat layanan prostitusi, salah satunya adalah servis bercinta bertiga.
Penggerebekan aktivitas bercinta bertiga ini terjadi di sebuah kamar VIP di Spa and Massage D'Glamour.
Parahnya lagi, bisnis prostitusi di Spa and Massage D'Glamour diduga menyediakan gadis di bawah umur untuk melayani hasrat para pelanggan pijat plus-plus.
Baca: Foto-foto Lawas Sule dari SD hingga SMA Jadi Sorotan, Ini Potret Kekasih Naomi Zaskia Waktu Kecil
Baca: Suara Barbie Kumalasari Jadi Sorotan Saat Nyanyi, Netizen Banyak yang Terlalu Jujur? Sebut Ini
Liyan Permana Putra (32) tersangka yang menjual anak-anak di bawah umur dalam kasus ini mengaku baru seminggu membuka layanan spa dan pijat plus-plus.
Panti pijat ini memiliki room VIP untuk menggaet pelanggang dari kalangan menengah ke atas.
Namun Liyan Permana Putra selaku pengelola mengaku tidak mengetahui jika ada karyawannya yang masih di bawah umur.
"Saya membuka lowongan kerja di Facebook. Selanjutnya 4 orang terapis itu mendaftar," ungkap Liyan Permana Putra kepada awak media di Mapolres Kediri, Jumat (2/8/2019).
Para pendaftar itu mengaku sudah dewasa dan cukup umurnya untuk bekerja. Seperti SB alias Sisil (17) mengaku sudah dewasa.
"Waktu mereka mendaftar ngakunya sudah di atas umur. Malahan yang berusia 17 tahun sudah menikah dan punya anak," jelas Liyan.
Sementara RF alias Mega yang masih berusia 16 tahun menyerahkan foto copy KTP palsu.
Baca: Ramalan Zodiak Bulan Agustus 2019, Aries Rencana Bersama Pasangan Bakal Terjadi, Cancer Lebih Intim
Baca: Ribuan Pelayat Iringi Aipda Suraji, Anggota Polsekta Muara Bungo ke Peristirahatan Terakhir
"Saya diberi foto copyan KTP yang ternyata palsu," jelas Liyan Permana Putra.
Sewaktu ditanya sertifikat para terapis dari ke-4 pramupijat tidak ada yang memiliki.
Pengelola berdalih ada sendiri pramupijat yang memiliki sertifikat.