Kopi Pagi
Awas 14 Penyakit yang Muncul Akibat Udara Kotor! Siapa Bilang Kabut Asap Tak Bahaya
Dalam banyak kasus, pencemaran udara disebabkan partikel padat dan cair serta gas tertentu yang “terperangkap” di udara. Ini daftar penyakitnya ...
Penulis: Dodi Sarjana | Editor: Duanto AS
Dean E Schraufnagel dan John R Balmes serta rekan-rekannya menuliskan, iritasi mata dapat terjadi sebagai reaksi terhadap kabut.
Katarak pada wanita yang terpapar polusi udara rumah tangga di negara-negara berpenghasilan rendah termasuk tinggi. Ini dipicu penurunan kelembaban terkait penyakit mata kering, dikutip dari jurnal Chest, Rabu (22/5/2019).
9. Penyakit Gastrointestinal
Polusi udara juga kerap dikaitkan dengan beberapa kondisi gastrointestinal (radang saluran cerna), termasuk inflamasi bowel disease (radang usus), tukak lambung, dan radang usus buntu.
Studi kasus paparan polusi kronis di Inggris menemukan, orang yang lebih muda berisiko kena penyakit Crohn jika mereka tinggal di daerah dengan tingkat polutan tinggi.
10. Penyakit Hematologis
Sejak 1970-an, polusi udara yang mengandung timah dari bensin menyebabkan anemia. Polutan lain yang dilepaskan saat pembakaran bahan bakar juga dapat memicu penyakit hematologi (penyakit darah). Polutan dapat merusak sel-sel darah.
11. Penyakit Saluran Pernapasan
Saluran pernapasan adalah organ utama yang dapat dipengaruhi polusi udara. Polusi udara menjadi penyebab kematian lebih dari 800.000 orang (penyakit paru obstruktif kronis/COPD) dan 280.000 orang kena kanker paru-paru.
Pada orang dewasa, paparan jangka panjang terhadap polusi udara berisiko menurunkan fungsi paru-paru, yang dipercepat dengan penuaan. Anak-anak juga berisiko asma.
12. Penyakit Hati
Studi Taiwan terhadap 23.820 orang menemukan paparan polusi udara PM2.5 berhubungan dengan peningkatan risiko hepatoseluler (tumor ganas hati). Peneliti juga mencatat peningkatan kadar aminotransferase (enzim di hati) menunjukkan, tumor dapat terjadi akibat peradangan kronis.
13. Penyakit Ginjal
Ginjal termasuk organ yang rentan terhadap gangguan pembuluh darah besar dan kecil. Tak ayal, efek inflamasi sistemik dari paparan polusi udara bisa menyasar ginjal. Penelitian menunjukkan, menghirup uap asap diesel kian memperburuk gagal ginjal kronis. Hal ini meningkatkan peradangan dan kerusakan DNA.
14. Penyakit Kulit
Sebuah penelitian menemukan, polusi udara berhubungan dengan penyakit kulit atopik danurtikaria (eksim atopik) dan sebore (frekuensi ketombe yang lebih rendah) .Urticaria (biduran) juga terkait dengan polusi udara. (Sumber: CNNIndonesia/detikhealth/liputan6.com/Tribunnews/*)
Oleh: Dodi Sarjana
Salah Kaprah Tentang Penyakit Diabetes, Jaga Gula Darah dengan Rutin Minum Obat
Cara Mengolah Daun Talas yang Benar, Bermanfaat untuk Berbagai Macam Penyakit dan Kesehatan
Miliki Banyak Manfaat, Ini 4 Dampak Buruk Memotong Kumis Kucing
Ramalan Kesehatan Zodiak Sabtu (3/8) - Leo Bertahan Meski Banyak Tekanan, Cancer Penuh Semangat