Kopi Pagi

Awas 14 Penyakit yang Muncul Akibat Udara Kotor! Siapa Bilang Kabut Asap Tak Bahaya

Dalam banyak kasus, pencemaran udara disebabkan partikel padat dan cair serta gas tertentu yang “terperangkap” di udara. Ini daftar penyakitnya ...

Awas 14 Penyakit yang Muncul Akibat Udara Kotor! Siapa Bilang Kabut Asap Tak Bahaya
yodiyim via kompas.com
Ilustrasi paru-paru. 

Penelitian di Kanada menemukan, peningkatan peluang penyakit rematik dengan peningkatan paparan polusi udara PM2.5. Polutan udara juga dapat memicu atau memperburuk artritis idiopatik (penyakit reumatik) pada remaja.

3. Penyakit Tulang

Ternyata, patah tulang terkait osteoporosis lebih umum di daerah konsentrasi polusi udara PM2.5 yang lebih tinggi. Paparan polusi udara jangka panjang memungkinkan terjadinya pengurangan kepadatan mineral tulang dan menyebabkan patah tulang pada pria lanjut usia.

4. Kanker

Polusi udara diklasifikasikan sebagai karsinogenik bagi manusia oleh International Agency for Research on Cancer berdasarkan bukti dari studi epidemiologi.

Asap knalpot mesin diesel telah diidentifikasi WHO sebagai karsinogen berdasarkan bukti adanya hubungan dengan kanker paru. Paparan diesel knalpot atau polusi lalu lintas juga memicu terjadinya tumor paru jinak dan ganas.

5. Penyakit Kardiovaskular

Polusi udara terkait dengan peningkatan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular, infark miokard, stroke, dan gagal jantung kongestif. Diperkirakan 19 persen dari kematian karena kardiovaskular, 23 perseni kematian akibat penyakit jantung, dan 21 persen kematian karena stroke.

6. Penyakit Neurologis

Udara kotor berpotensi merusak fungsi kognitif dan peningkatan risiko demensia dan stroke pada orang dewasa yang lebih tua.

Polusi udara mampu merusak otak yang sedang berkembang. Kerusakan ini dapat merusak fungsi kognitif di seluruh rentang kehidupan. Penelitian menemukan, paparan anak usia dini untuk PM2.5 terkait dengan keterlambatan perkembangan psikologis dan kecerdasan anak yang lebih rendah.

7. Diabetes, Obesitas dan Endokrin

Beberapa penelitian mengaitkan polusi udara dan diabetes mellitus tipe 2. Ada juga risiko sindrom metabolik pada orang yang terpapar polusi PM10.

Beberapa perubahan metabolisme memengaruhi penumpukan lemak terjadi karena paparan polusi udara. Anak-anak juga mudah mengalami resistensi insulin--kondisi ketika sel-sel tubuh tidak dapat menggunakan gula darah dengan baik karena terganggunya respon sel tubuh terhadap insulin.

8. Penyakit Mata

Dean E Schraufnagel dan John R Balmes serta rekan-rekannya menuliskan, iritasi mata dapat terjadi sebagai reaksi terhadap kabut.
Katarak pada wanita yang terpapar polusi udara rumah tangga di negara-negara berpenghasilan rendah termasuk tinggi. Ini dipicu penurunan kelembaban terkait penyakit mata kering, dikutip dari jurnal Chest, Rabu (22/5/2019).

9. Penyakit Gastrointestinal

Polusi udara juga kerap dikaitkan dengan beberapa kondisi gastrointestinal (radang saluran cerna), termasuk inflamasi bowel disease (radang usus), tukak lambung, dan radang usus buntu.

Studi kasus paparan polusi kronis di Inggris menemukan, orang yang lebih muda berisiko kena penyakit Crohn jika mereka tinggal di daerah dengan tingkat polutan tinggi.

10. Penyakit Hematologis

Sejak 1970-an, polusi udara yang mengandung timah dari bensin menyebabkan anemia. Polutan lain yang dilepaskan saat pembakaran bahan bakar juga dapat memicu penyakit hematologi (penyakit darah). Polutan dapat merusak sel-sel darah.

11. Penyakit Saluran Pernapasan

Saluran pernapasan adalah organ utama yang dapat dipengaruhi polusi udara. Polusi udara menjadi penyebab kematian lebih dari 800.000 orang (penyakit paru obstruktif kronis/COPD) dan 280.000 orang kena kanker paru-paru.

Pada orang dewasa, paparan jangka panjang terhadap polusi udara berisiko menurunkan fungsi paru-paru, yang dipercepat dengan penuaan. Anak-anak juga berisiko asma.

12. Penyakit Hati

Studi Taiwan terhadap 23.820 orang menemukan paparan polusi udara PM2.5 berhubungan dengan peningkatan risiko hepatoseluler (tumor ganas hati). Peneliti juga mencatat peningkatan kadar aminotransferase (enzim di hati) menunjukkan, tumor dapat terjadi akibat peradangan kronis.

13. Penyakit Ginjal

Ginjal termasuk organ yang rentan terhadap gangguan pembuluh darah besar dan kecil. Tak ayal, efek inflamasi sistemik dari paparan polusi udara bisa menyasar ginjal. Penelitian menunjukkan, menghirup uap asap diesel kian memperburuk gagal ginjal kronis. Hal ini meningkatkan peradangan dan kerusakan DNA.

14. Penyakit Kulit

Sebuah penelitian menemukan, polusi udara berhubungan dengan penyakit kulit atopik danurtikaria (eksim atopik) dan sebore (frekuensi ketombe yang lebih rendah) .Urticaria (biduran) juga terkait dengan polusi udara. (Sumber: CNNIndonesia/detikhealth/liputan6.com/Tribunnews/*)

Oleh: Dodi Sarjana

 Salah Kaprah Tentang Penyakit Diabetes, Jaga Gula Darah dengan Rutin Minum Obat

 Cara Mengolah Daun Talas yang Benar, Bermanfaat untuk Berbagai Macam Penyakit dan Kesehatan

 Miliki Banyak Manfaat, Ini 4 Dampak Buruk Memotong Kumis Kucing

 Ramalan Kesehatan Zodiak Sabtu (3/8) - Leo Bertahan Meski Banyak Tekanan, Cancer Penuh Semangat

Penulis: Dodi Sarjana
Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved