Kisah Militer RI

Ketika Benny Moerdani Marah hingga Luhut tak Berani Bertanya: 'Saya Jenderal Bintang 4, Kamu Letkol'

TRIBUNJAMBI.COM - Sosok satu ini, di kalangan militer dikenal dengan sebutan Jenderal Tempur. Benar sekali,

Ketika Benny Moerdani Marah hingga Luhut tak Berani Bertanya: 'Saya Jenderal Bintang 4, Kamu Letkol'
Kolase Facebook Luhut Panjaitan
Luhut Panjaitan dan Benny Moerdani 

Luhut menceritakan mengenai loyalitas Benny Moerdani terhadap pimpinannya saat itu Presiden Soeharto.

Saking loyalnya menjaga presiden, Benny Moerdani bahkan mengancam Luhut jika tidak bisa mengamankan presiden.

"Suatu hari sebelum saya mendapat penugasan memimpin operasi khusus mengamanan Presiden Soeharto dalam KTT ASEAN di kota Manila, Filipina, Pak Benny yang sudah jadi Panglima ABRI mengatakan dengan dingin, "Luhut, sejak dua atau tiga tahun lalu, sudah banyak yang antri untuk menggantikan saya, tetapi orang ini (sambil menunjuk foto Pak Harto di dinding) kalau terjadi sesuatu pada dirinya.Republik itu menjadi kacau.!" Ujarnya dengan tegas kemudian, "Jadi Luhut, taruhan keselamatan Pak Harto adalah lehermu..!" Sebagai perwira saya cuma menjawab, "Siap! Laksanakan!"

Baca: 12 Rumah Bedeng di Kota Jambi Terbakar, 9 Armada Dikerahkan hingga Dua Jam Jinakkan Api

Kedekatan Luhut dengan Benny Moerdani ternyata membuat Luhut risih.

Karena tak enak dengan rekan-rekan lain akibat sering dipanggil Benny Moerdani ke kantornya, Luhut pun memberanikan diri bertanya ke atasannya itu.

Alhasil, Benny Moerdani marah hingga membuat Luhut tak lagi berani bertanya.

Akibat sering dipanggil ke kantornya, lama-kelamaan saya jadi risih. Kebanggaan dipanggil oleh Panglima ABRI mengecil, karena pasti banyak yang tahu, dan banyak pula senior saya yang tidak senang, mungkin juga jadi iri, seorang perwira menengah dipanggil oleh jenderal bintang empat berjam-jam. Suatu hari ketika mood Pak Benny sedang bagus, saya beranikan diri bertanya, "Pak, mohon izin, lain kali kalau memanggil saya bisa kah melalui atasan saya?"" Saya curi pandang wajahnya, dan mukanya lalu mengeras. Kedua tangannya mulai menyapu-nyapu mejanya, dan saya menyesal koq berani-berani membuat beliau marah.

Baca: Partai Mulai Retak, Surya Paloh Dukung Anies Baswedan, Politisi Nasdem Malah Anjurkan Contoh Ahok

Tapi nasi sudah jadi bubur, saya pasrah. "Luhut!"katanya dengan nada dalam. "Saya jenderal bintang empat.!"sambil menunjukkan tanda pangkatnya di bahu "..dan kamu Letkol.!"Itu saja, dan saya sudah mengerti maksudnya. "Siap!" jawab saya. Sejak itu saya tidak pernah berani menanyakan lagi soal itu."

Ternyata kedekatan Luhut dengan Benny Moerdani berdampak pada karier Luhut di TNI.

Ini terjadi ketika Benny Moerdani tidak lagi menjadi tentara.

Luhut mengaku harus merelakan jabatan-jabatan strategis hilang dari genggaman karena faktor kedekatannya dengan Benny Moerdani.

Baca: Ramalan Zodiak Kesehatan Jumat 26 Juli 2019, Gemini Kelelahan, Leo Butuh Istirahat

"Beberapa tahun kemudian ketika Pak Benny pensiun, saya menerima konsekuensi karena jadi golden boys Pak Benny. Tapi saya terima itu dengan besar hati. Tidak jadi Danjen Kopassus, tidak jadi Kasdam atau Pangdam; bagi saya itu harus bayar sebagai akibat kesetiaan yang tegak lurus. Dan saya bangga mampu menjalankan nilai-nilai yang diturunkan oleh Pak Benny kepada saya."

Luhut juga sempat meminta klarifikasi isu mengenai keretakan hubungan Presiden Soeharto dengan Benny Moerdani.

Benny Moerdani memberi jawaban ketika Luhut menanyakan hal itu.

Baca: Siapa Sosok Ingin Jatuhkan Ruben Onsu, Karyawannya Dibuat Kesurupan, Wirang Birawa: Kiriman Mistis!

"Beberapa tahun kemudian, Pak Benny sudah tidak punya power lagi, kecuali jabatan sebagai Menteri Hankam yang "tak bergigi"saya berpangkat Kolonel dan baru pulang dari pendidikan di NDU di Washington DC. Saya datangi kantor beliau, dan menanyakan kepada Pak Benny, rumor yang beredar di luar bahwa beliau sudah "jauh" dari Pak Harto. "Benar itu Luhut..!" katanya terus terang. Ia menjelaskan bahwa Presiden Soeharto marah kepadanya, ketika dengan cara halus mencoba mengingatkan bisnis yang dijalankan oleh putera-puterinya yang sudah kelewat batas di meja bilyar; Pak Harto lalu tiba-tiba meletakkan stik bilyar dan masuk kamar. Sejak itu, Benny Moerdani tidak pernah dekat dengan Presidennya. "Tetapi asal kamu tahu ya Luhut. Apapun sikap beliau, saya tidak pernah kehilangan kesetiaan saya kepadanya.!"

Biarpun Presiden Soeharto marah, menurut Luhut, Benny Moerdani tetap loyal terhadap Soeharto.

Baca: Terungkap Identitas Pemain Asing Liga 1 2019, yang Sebentar Lagi Jadi WNI, Ini Sosoknya!

"Saya ingat suatu hari tahun 1983, ketika hampir terjadi krisis keamanan yang melibatkan Prabowo, saya menyampaikan kasus itu kepada Menhankam/Pangab (waktu itu) Jenderal M. Jusuf yang juga saya kagumi. Beliau berkata pendek, "Luhut, saya percaya kesetiaan Benny, saya tidak ragukan dia.! Karena Pangab sudah memutuskan, maka permasalahan sensitif tersebut selesai dengan sendirinya."

Menurut Luhut pengalaman bersama Benny Moerdani itu membuatnya mendapat banyak pelajaran.

Tidak hanya itu, Luhut juga menjadi tertarik dengan dunia intelijen.

"Banyak pelajaraan mengenai kepemimpinan dan kemiliteran yang saya pelajari dari beliau. Dan saya akui, karena pengaruh Pak Benny itulah yang membuat saya tertarik pada masalah-masalah intelijen, diantaranya dalam memelihara jaringan (networking) dengan berbagai tokoh di dunia. Beliau mempunyai buku alamat kecil yang sudah lusuh karena penuh dengan nama-nama tokoh penting dan nomor telepon hot-line yang ia bisa hubungi 24 jam sehari.

Baca: Pakai Triplek Tebal, Pengasuh Pukul Anak Umur 3,5 Tahun Hingga Paha Patah, Cuma Gara Berantaki Rumah

Kenangan manis bersama Jenderal Benny Moerdani saya tuangkan dalam biografi saya nanti. Untuk sementara saya hanya bisa katakan, Rest in Peace Jenderal Benny! Hingga hari ini saya tidak mengecewakan harapan bapak!"

(Tribunlampung.co.id)

Artikel ini telah tayang di tribunlampung.co.id dengan judul Sosok Jenderal Tempur yang Dikagumi Luhut Pandjaitan, Luhut Sampai Rela Tak Jadi Danjen Kopassus,

Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved