Viral
Pakai Triplek Tebal, Pengasuh Pukul Anak Umur 3,5 Tahun Hingga Paha Patah, Cuma Gara Berantaki Rumah
Pelaku tidak segan untuk memukul korban, bahkan korban dipukul dengan menggunakan benda tumpul seperti triplek tebal dan hanger.
Pakai Triplek Tebal, Pengasuh Pukul Anak Umur 3,5 Tahun Hingga Paha Patah, Cuma Gara Berantaki Rumah
TRIBUNJAMBI.COM - Kekerasan anak kembali terjadi.
Kali ini lantaran hanya berantaki rumah, seorang pengasuh pukul anak tiga setengah tahun hingga paha patah.
Kejadian kekerasan anak ini menjadi sorotan publik.
Saat ini, kasus kekerasan terhadap anak itu telah ditangani oleh Polsek Samarinda Kota.
Pelaku atas nama Irus (45), warga Jalan KH Abul Hasan, Gang 10, yang diamankan pada Selasa (23/7) lalu, setelah Kepolisian mendapatkan informasi mengenai adanya seorang anak laki-laki, berinisial HI berusia 3,5 tahun yang dirawat di RSUD AW Syahranie karena mengalami sejumlah luka memar serta patah kaki.
Dari hasil pemeriksaan, pelaku masih ada hubungan keluarga dengan orangtua korban.
Namun, karena orangtua korban saat ini tengah menjalani masa hukuman di Rutan, korban pun dititipkan ke pelaku.
Baca: Siapa Sosok Ingin Jatuhkan Ruben Onsu, Karyawannya Dibuat Kesurupan, Wirang Birawa: Kiriman Mistis!
Baca: Partai Mulai Retak, Surya Paloh Dukung Anies Baswedan, Politisi Nasdem Malah Anjurkan Contoh Ahok
Baca: Deretan 5 Artis Berstatus Janda Tanpa Anak, Ada Dinikahi Pangeran: No 4 Alami Kekerasan 5eksual
Baca: Terbongkar, Ternyata Sosok Ini yang Terus Pasok Narkoba untuk Nunung, Ternyata Narapidana Inisial E
Selama kurang lebih 8 bulan dititipkan kepada pelaku, perlakuan kasar kerap diterima oleh korban.
Pelaku tidak segan untuk memukul korban, bahkan korban dipukul dengan menggunakan benda tumpul seperti triplek tebal dan hanger.
Penyebabnya pun sepela, pelaku kesal dengan korban karena menurutnya korban ini nakal. Suka main di luar rumah, dan kerap membuat berantakan rumah.
"Kesal saya, nakal anaknya ini. Suka main di luar dan suka berantakin rumah," ucap pelaku saat ditemui di Polsek Samarinda Kota, Kamis (25/7/2019).

Selama merawat korban, dirinya tidak pernah diberi imbalan oleh orangtua korban, hanya saja kebutuhan korban selalu dipenuhi oleh orangtuanya, seperti uang untuk membeli popok.
"Saya dikasih uang untuk belikan pampersnya saja. Kalau saya sehari-hari hanya sebagai tukang setrikaan saja," jelasnya.
Dia pun tidak menyangkal jika dirinya melakukan pemukulan terhadap korban dengan menggunakan benda tumpul. "Ia, saya pukul pakai kayu," imbuhnya.