Kisah Pilu - Suami Bawa Istri Baru Tinggal di Pekarangan Rumah Istri Pertama 'Saya Tak Mau Ribut'

KG dan PS tinggal bersama dalam satu pekarangan rumah dengan AKS. AKS pun melaporkan pernikahan tanpa izinnya itu ke polisi hingga berujung meja hijau

Kisah Pilu - Suami Bawa Istri Baru Tinggal di Pekarangan Rumah Istri Pertama 'Saya Tak Mau Ribut'
Tribun Bali/Made Ardhiangga Ismaya
Kedua terdakwa saat mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri Negara 

Kisah Pilu - Suami Bawa Istri Baru Tinggal di Pekarangan Rumah Istri Pertama 'Saya Marah Tapi Tak Mau Ribut'

TRIBUNJAMBI.COM - AKS, warga Banjar Samblong, Desa Yehsumbul, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana menahan perih di hati karena suaminya, KG (47) menikah secara adat Bali dengan perempuan lain, PS (46) tanpa izin atau persetujuannya.

KG dan PS tinggal bersama dalam satu pekarangan rumah dengan AKS.

AKS pun melaporkan pernikahan tanpa izinnya itu ke polisi hingga berujung meja hijau.

Pasutri (pasangan suami istri) KG dan PS pun ditahan di Rutan Kelas II B Negara.

Baca: Meski Tak Merokok, Kenapa Seseorang Bisa Terkena Sakit Kanker Paru-paru?

Baca: Sosok Jenderal TNI Legenda Kopassus yang Sangat Dihormati Hendropriyono Awalnya Benci Berubah Hormat

Baca: Nekat Jadi Mucikari di Sleman,Oknum Mahasiswi Asal Jambi Dapat Bagian Rp 100 Ribu Per Transaksi

Kasus ini disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Negara, Senin (8/7) dengan agenda keterangan saksi.

AKS mengaku masih terikat tali perkawinan yang sah dengan KG.

Tanpa izinnya, sang suami menikah lagi secara adat Bali dengan PS pada Agustus 2018.

Dia mengetahui mereka tinggal satu atap di rumah mertuanya, yang hanya berjarak beberapa meter dari rumahnya.

"Saya baru tahu sejak dibawa ke rumah Agustus 2018 lalu. Sudah hampir setahun tinggal bersama-sama," kata AKS kepada Ketua Majelis Hakim Haryuning Respanti.

Halaman
1234
Editor: suci
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved