Berita Sarolangun

Pakai Android, Siswa SMAN 7 Sarolangun, Ujian Kenaikan Kelas Pakai Sistem CBT

Pakai Android, Siswa SMAN 7 Sarolangun, Ujian Kenaikan Kelas Pakai Sistem CBT

Pakai Android, Siswa SMAN 7 Sarolangun, Ujian Kenaikan Kelas Pakai Sistem CBT
Tribunjambi/Wahyu Herliyanto
Pakai Android, Siswa SMAN 7 Sarolangun, Ujian Kenaikan Kelas Pakai Sistem CBT 

Pakai Android, Siswa SMAN 7 Sarolangun, Ujian Kenaikan Kelas Pakai Sistem CBT

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Ujian semester kenaikan kelas tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Kabupaten Sarolangun, telah usai. Seperti terlihat di SMAN 7 Sarolangun.

Sebanyak 461 siswa dari kelas X hingga XI jurusan IPA maupun IPS telah mengikuti ujian.

Menariknya, ujian kali ini berbeda dari tahun sebelumnya. Sebab, tahun 2019 ini, ujian siswa menggunakan sistem CBT (Computer Based Test).

Siswa SMAN 7 Sarolangun, mengikuti ujian kenaikan kelas, dengan sistem CBT
Siswa SMAN 7 Sarolangun, mengikuti ujian kenaikan kelas, dengan sistem CBT (Tribunjambi/Wahyu Herliyanto)

Ujian ini menggunakan perangkat handphone android masing-masing siswa yang dinilai sangat membantu dengan proses yang praktis, hemat biaya dan waktu. Tak hanya itu, siswa pun bisa fokus mengerjakan soal.

"Keuntungan siswa bisa lebih pokus ke soal dan untuk sekolah menghemat biaya, prin out dan kertas," kata Rahmat, Ketua panitia ujian SMAN 7, Selasa (25/6/2019).

Selain hemat biaya juga sistem ini dianggap tidak merepotkan guru, sehingga hasil ujian tidak perlu lagi mengkoreksi karena sudah terdapat rumus di sistem.

Baca: Bupati Safrial, Buka Ujian Seleksi Penerimaan Calon Taruna STP Jakarta, Ini Pesannya

Baca: Gunakan Sistem Zonasi, PPDB Tingkat SMP di Kota Jambi Dimulai 1 Hingga 6 Juli

Baca: Terungkap, Mungkin Terbesar di Indonesia, Gunung Masurai di Merangin, Jambi, Ternyata Punya Kaldera

Secara teknis, ujian berbasis CBT ini setiap siswa menggunakan soal secara acak. Soal diberikan kepada siswa beberapa saat sebelum ujian dimulai melalui aplikasi.

Setelah soal diberikan, siswa mengerjakan melalui perangkat android masing-masing dan dipantau server masing-masing di setiap lokal.

Setiap siswa akan di pantau melalui server untuk memantau kecurangan yang akan dilaukan oleh siswa. Namun sistem CBT ini memang ujian internet namun tidak bisa untuk internetan.

Baca: Diduga Pengaruh Lem, 2 Hari, M Digilir 8 Kali di Tempat Berbeda, 3 Pelaku Ditangkap 2 Lainnya Buron

Baca: Mahfud MD Sanjung Keponakannya yang Jadi Saksi dari Kubu 02 di MK: Bisa Jadi Politikus Besar

Baca: Lihat Gelagat Mencurigakan, 4 Remaja di Sarolangun Diamankan Warga, Ternyata Ini yang Dilakukan

Halaman
12
Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved