KISAH Jenderal Diam Dibentak Bintara karena 'Salah Parkir' Mobil, Tak Tahu Itu Kalau 'Raja Intel'

TRIBUNJAMBI.COM - KALAU berhasil tidak dipuji, jika gagal dicaci maki. Jika hilang, tidak akan

KISAH Jenderal Diam Dibentak Bintara karena 'Salah Parkir' Mobil, Tak Tahu Itu Kalau 'Raja Intel'
Benny Moerdani 

Cerita itu bermula ketika Moerdani pergi ke Markas Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib).

Moerdani yang saat itu telah berpangkat mayor jenderal mengendarai mobilnya tanpa mengenakan seragam dinas menuju kantor yang terletak di kawasan Medan Merdeka Barat tersebut.

Setiba di lokasi, ia langsung memarkirkan kendaraanya di lokasi terdekat dari pintu masuk.

Tempat parkir itu khusus bagi perwira tinggi militer.

Baca: Dua Siswa SMP Mitra Tanoto Foundation Jadi Finalis Literasi Sekolah Tingkat Nasional 2019

Tanpa pikir panjang, seorang penjaga berpangkat bintara yang berasal dari satuan marinir menghardiknya.

Penjaga itu meminta Benny memindahkan mobilnya ke lokasi parkir lain.
Ia tidak marah dan hanya diam mengikuti perintah marinir tersebut.
"Mungkin memang salah saya sendiri, kok waktu itu pakai pakaian preman," ujar Benny.

Kisah Zulkifli Lubis

Jauh sebelum Moerdani, Kolonel Zulkifli Lubis telah ditunjuk sebagai komandan intelijen pertama di Badan Istimewa (BI).

Badan itu merupakan badan intelijen pertama yang didirikan pemerintah pada Agustus 1945 di bawah Badan Keamanan Rakyat (BKR), yang kemudian bertransformasi menjadi Badan Rahasia Negara Indonesia (Brani) pada 1946.

Baca: RUMAH Tangganya Pernah Terpuruk Menyakitkan, Menikah Lagi: Begini Kabar Artis Yulia Rachman

Harian Kompas pernah menulis sosok kontroversial itu pada 28 Juni 1992, beberapa hari setelah ia wafat akibat sakit yang dideritanya.

Halaman
1234
Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved