KISAH Jenderal Diam Dibentak Bintara karena 'Salah Parkir' Mobil, Tak Tahu Itu Kalau 'Raja Intel'

TRIBUNJAMBI.COM - KALAU berhasil tidak dipuji, jika gagal dicaci maki. Jika hilang, tidak akan

KISAH Jenderal Diam Dibentak Bintara karena 'Salah Parkir' Mobil, Tak Tahu Itu Kalau 'Raja Intel'
Benny Moerdani 

"Dengan meletusnya teror Cikini, perundingan menjadi mentah. Sebaliknya, radikalisme semakin merangsang semua pihak yang selama itu baru dalam tahap berbeda pendapat," demikian kata Daan Mogot.
"Masa seluruh pelaku teror tersebut dalam sehari semuanya sudah bisa digulung? Mana mungkin kalau bukan hasil rekayasa...," lanjut dia.

Veloc et Exactus

As'ad menuturkan, kerahasiaan merupakan kunci keberhasilan BIN di dalam menjalankan fungsi dan tugasnya dalam mengamankan negara.
Ketika kedok seorang agen terbongkar dan misinya diketahui pihak lain, dapat dikatakan agen itu gagal.

Baca: Kasus Kredit Fiktif Bank Mandiri: Irfan Minta Saksi Jangan Banyak Tanya

Ia mencontohkan sebuah operasi intelijen yang baik dalam mencari informasi dan mengolahnya sebagai laporan yang baik.

"Misalnya ketika Khruschev (Presiden Uni Soviet) sakit. Tentu itu memiliki makna yang penting bagi stabilitas sosial saat itu," kata dia saat dihubungi Kompas.com, Rabu (3/2/2016) kemarin.

Seorang agen yang andal tak hanya mencari informasi di media massa.

Ia akan pergi ke rumah sakit untuk melakukan cek, ricek, dan kroscek mengenai kondisi Khruschev.

Baca: Agung Hercules Ternyata Tetap Bekerja Walau sedang Idap Kanker Otak, Ini Aktivitasnya di Luar RS

"Kalau tanya dokter tentu tidak mungkin karena pasti dikawal oleh KGB saat itu. Tanya saja ke tukang besi atau OB di sana, dirawat di kamar nomor berapa. Dengan mengetahui nomor kamarnya, kita akan tahu bahwa itu kamar khusus untuk perawatan penyakit apa dan siapa dokter yang menanganinya," ujarnya.

Bagi As'ad, kemampuan analisis merupakan hal yang tak kalah penting yang harus dimiliki seorang personel, selain kewajibannya dalam menjaga kerahasiaan.

Ia juga menekankan pentingnya kecepatan dan keberanian seorang personel dalam mengambil keputusan.

"Makanya, saya selalu tekankan kepada setiap agen agar memiliki kedalaman berpikir seperti intelektual, kecepatan gerak seperti wartawan, dan ketegasan sikap seperti militer," ujar dia.

Baca: VIDEO Detik-detik Ganjar Pranowo Marahi 3 Kepala Sekolah Gara-gara Tak Verifikasi SKTM

"Ketiga dasar itulah yang pada akhirnya menjadi cerminan dari asas BIN, veloc et exactus, yang artinya cepat dan tepat. Selalu cek, ricek, dan kroscek setiap informasi yang diterima," kata As'ad.
Benny Moerdani saat Operasi Seroja di Timor Timur
Benny Moerdani saat Operasi Seroja di Timor Timur ()

Pergantian nama organisasi intelijen negara:

BRANI (Badan Rahasia Negara Indonesia)
BKI (Badan Koordinasi Intelijen)
BPI (Badan Pusat Intelijen)
KIN (Komando Intelijen Negara)
BAKIN (Badan Koordinasi Intelijen Negara)
BIN (Badan Intelijen Negara)

Baca: Siswa Diusir Saat Ujian Gara-gara Nunggak Bayar SPP, Begini Tanggapan Dinas Pendidikan Jambi

Daftar Kepala BIN

Jenderal (Purn) AM Hendropriyono 2001-2004
Mayor Jenderal (Purn) Syamsir Siregar 8 Desember 2004-22 KiOktober 2009
Jenderal Polisi (Purn) Sutanto 22 Oktober 2009-19 Oktober 2011
Letnan Jenderal (Purn) Marciano Norman 19 Oktober 2011-6 Juli 2015
Letnan Jenderal (Purn) Sutiyoso 6 Juli 2015-9 September 2016
Jenderal Polisi Budi Gunawan 9 September 2016-sekarang

Baca kisah-kisah pasukan elite, intelijen dan sejarah di Tribunjambi.com.

Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved