Berita Nasional

Ketupat Jembut, Makanan yang Cuma Ada Pada saat Lebaran, Simak Asal Usul Namanya yang Unik Itu

Ketupat Jembut, Makanan yang Cuma Ada Pada saat Lebaran, Simak Asal Usul Namanya yang Unik Itu

Ketupat Jembut, Makanan yang Cuma Ada Pada saat Lebaran, Simak Asal Usul Namanya yang Unik Itu
istimewa via tribunjateng.com
Ketupat jembut atau ketupat taoge di Jaten Cilik Pedurungan Kota Semarang. 

Lebih tepatnya, pada hari H+7 Lebaran atau Idul Fitri.

Kupat taoge diproduksi oleh warga Jaten Cilik untuk selamatan perayaan Lebaran Syawal di Masjid Roudhotul Muttaqiin, Jalan Taman Tlogo Mulyo I, Pedurungan.

Pada awalnya, tradisi yang sudah berjalan sejak 1950 M itu, melibatkan warga sekitar sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya puasa Ramadan dan puasa 6 hari syawal.

Sebelum warga Jaten Cilik membagikan kupat taoge kepada anak-anak, masyarakat berkumpul di masjid untuk menunaikan salat subuh berjamaah yang dilanjutkan doa bersama.

Setelah itu, warga dewasa yang berada di masjid mendapat pembagian ketupat taoge untuk dimakan secara bersama.

Kegiatan pun dilanjutkan pembagian ketupat taoge kepada ratusan anak yang sudah menunggu di luar.

Aba-aba pesta lebaran ketupat ini dimulai dengan membunyikan petasan dan bunyi tiang listrik yang dipukul dari sejumlah arah.

Saat itulah, anak-anak mulai berhamburan berebut ketupat taoge di sepanjang jalan.

Baca: Beralih ke Digital, Perpusatakan Jambi Akan Tambah Koleksi Buku di iPustaka Jambi

Baca: BPN Menuntut Agar MK Berhentikan Ketua & Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi: Itu Kewenangan DKPP

Baca: Stefan William dan Celine Evangelista Ikut Dibuat Geram oleh Unggahan Angela Gilsha yang Viral

Selaku Imam Masjid sekaligus orang yang dituakan di Jaten Cilik, Munawir (45) menjelaskan, ketupat taoge pada awal mulanya dibuat untuk menyemarakkan Lebaran Syawal.

Lantaran keterbatasan biaya pada saat itu, sang perintis pada generasi pertama sepakat merayakannya dengan cara yang sederhana.

Adapun, filosofi taoge dan sambal kelapa dimaksudkan untuk melambangkan sebuah kesederhanaan dalam hidup dengan tidak melulu kemewah-mewahan.

Halaman
1234
Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved