Kisah Militer RI
Usai Pintu Pesawat DC-9 Garuda Woyla Diterjang Kopassus, Serangan Kilat Terjadi, Semua Teroris Tewas
Usai Pintu Pesawat DC-9 Garuda Woyla Diterjang Kopassus, Serangan Kilat Terjadi, Semua Teroris Tewas
Firasat gugurnya Achmad sudah dirasakan oleh rekannya yang lain.
Mereka menceritakan Ahmad Kirang sempat menukar rompi antipeluru dengan yang lebih pendek karena merasa tidak nyaman.
Baca Juga:
Ketika Kopassus dan Marinir Siap Saling Serang, Beruntung Ada Benny yang Melerai
Seberang Kota Belum Nikmati Listrik, Safrial: Catat, Kasih Tahu Bappeda Provinsi Jambi, Perhatikan!
Sita Perhatian! Disindir Saat Tangannya Nyosor ke Tubuh Reino Barack, Syahrini Beri Balasan Menohok
Ini Keuntungan Investasi di Surat Berharga Negara (SBN), Return Hingga 7,95 Persen Setahun
Barangkali memang sudah menjadi takdirnya gugur di medan laga menjalankan tugas.
Nama Achmad Kirang menjadi pahlawan bagi Kopassus.
Bahkan di Kampung Halamannya itu juga dibuat Monumen Ahmad Kirang di jantung Kota Mamuju, Sulbar. Ahmad Kirang adalah prajurit TNI kelahiran Mamuju, kebanggaan Sulbar.
Nama Ahcmad Kirang juga diabadikan menjadi lapangan tempat latihan Sat-81 Kopassus di Cijantung,Jakarta Timur.
35 Prajurit Kopassus Buru Teroris
Tanggal 29 Maret, 35 anggota Kopassandha meninggalkan Indonesia dalam sebuah DC-10 yang disewa.
Tujuan mereka adalah ke Bandara Don Muag di Thailand.
Pasukan ini mengemban misi khusus untuk melumpuhkan para teroris yang menyandera 36 penumpang pesawat DC-9 Woyla.
Para anggota pasukan elite TNI ini hanya mengenakan pakaian sipil.
Tujuan penggunaan pesawat DC-10 dikarenakan terdapat kemungkinan bahwa para pelaku akan menerbangkan pesawat tersebut sampai ke Libya.
Sampai di Thailand Persiapan pun dilakukan.
Latihan terakhir telah usai ketua tim Operasi Letkol Sintong Panjaitan sempat "menipu" anak buahnya sebelum operasi digelar.
Berpura-pura operasi gagal, Sintong meminta semua anak buahnya tidur.