Kisah Militer RI

Usai Pintu Pesawat DC-9 Garuda Woyla Diterjang Kopassus, Serangan Kilat Terjadi, Semua Teroris Tewas

Usai Pintu Pesawat DC-9 Garuda Woyla Diterjang Kopassus, Serangan Kilat Terjadi, Semua Teroris Tewas

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Kolase/Kompas.com
Korban Pesawat Woyla dan Kopassus 

Begitu tangga turun, Achmad Kirang selaku Penyergap-1 diikuti Penyergap-2 Pembantu Letnan Dua Pontas Lumban Tobing dengan cepat menaiki anak tangga pesawat untuk menyerbu masuk.

Ketika Achmad Kirang muncul di dalam kabin pesawat, pembajak yang belakangan diketahui bernama Mahrizal melepaskan tembakan pistol ke Kirang.

Ia terkena tembakan pistol pada bagian perut diatas kemaluan yang tidak terlindungi oleh rompi anti peluru.

Prajurit Kopassandha yang penuh pengalaman tempur dan Pemegang Sabuk Hitam Karateka Dan-I itu langsung jatuh tersungkur.

Rompi anti peluru yang dikenakan Kirang bukan yang versi militer, sehingga hanya melindungi bahagian badan sampai ke pinggang.

Kisah Operasi Kopassus di Papua, Misi Bebaskan 5 Anggota Koramil yang Seminggu Dikepung Pemberontak
Ilustrasi Kopassus (IST)

Baca Juga: 

Pertempuran Brutal Kopassus dan SAS di Desa Mapu, Gagah Berani Serbu Markas Tentara Inggris

Jadwal Penyaluran Rastra Tanjabbar, Kepala Bulog Stok Daging dan Beras Aman Hingga Empat Bulan

VIDEO: Gerimis, Ribuan Peserta Antusias Ikuti Jalan Sehat Tribun Jambi Bersama Luwak White Koffie

VIDEO: Live Streaming Final India Open 2019, 3 Wakil Indonesia Main Mulai Siang Ini Pukul 14.30 WIB

Tak berhenti menembak Kirang, Mahrizal juga menghamburkan peluru untuk Pontas.

Akibatnya penyergap-2 yang menyusul dibelakang Capa Kirang juga terkena tembakan pembajak di dada, tetapi tembakan itu hanya mengenai rompi anti peluru yang dikenakannya.

Ia hanya mengalami mamar di balik rompi anti pelurunya.

Pontas kemudian membalas tembakan pembajak yang berada di dekat pramugari itu dengan tembakan semi-otomatik H&K MP5 SD-2.

Tembakan itu langsung melumpuhkannya.

Ia tersungkur bersandar pada bahu pramugari yang membeku ketakutan disampingnya.

Dalam waktu singkat, pasukan lain yang berada di luar pesawat melakukan evakuasi medik terhadap Kirang yang masih sadar, namun mengalami luka-luka tembak menuju Dearah Persiapan 1.

Dalam briefing terakhir kepada Capa Kirang, Sintong memerintahkan, “Kirang, setelah ketiga pintu terbuka, kamu masuk terakhir. Kalau pembajak kesitu, kamu nda usah tergesa-gesa.”

Menurut evaluasi Sintong, Kirang terlalu cepat berlari menaiki tangga. Hal itu disebabkan oleh sifat prajurit Komando yang penuh pengalaman tempur itu, sangat agresif.

Ketika Kirang masuk, ia langsung berhadapan dengan pembajak yang berada dibelakang dengan sikap siap menembak.

Lettu Anumerta Achmad Kirang, Prajurit Kopassandha yang gugur pada Operasi Woyla
Lettu Anumerta Achmad Kirang, Prajurit Kopassandha yang gugur pada Operasi Woyla ()
Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved