Biasakan Traveling Tanpa Nyampah, Banyak yang Sudah Buktiin Demi Lingkungan
Bagi yang hobi jalan-jalan lalu membawa sampah untuk dibuang di rumah agaknya sudah cukup jarang ditemui, kebiasaan ini harus dirubah mulai sekarang.
TRIBUNJAMBI.COM - Bagi yang hobi jalan-jalan lalu membiasakan diri membawa sampah untuk dibuang di rumah agaknya sudah cukup jarang ditemui.
Jangankan jalan-jalan ke gunung, pantai atau pulau, bahkan sekadar jalan-jalan ke mall aja, kita pulangnya bawa sampah plastik, minimal kantong kresek atau botol air mineral. Duh, gimana dong?
Jangan nyerah gitu aja! Ternyata nggak mustahil lho buat kamu yang suka jalan-jalan ke berbagai tempat, eh sesampainya di lokasi tujuan, kamu nggak menyumbangkan satu sampah pun!
Nah, Swietenia Puspa, Inisiator Divers Clean Action udah membuktikannya.

Setiap kali ia mengunjungi suatu tempat wisata, terlebih wisata bawah laut di Indonesia, dia bakal ngelakuin yang namanya zero waste travelling, alias nggak nyampah di lokasi jalan-jalan.
“Jalan nggak bisa nyampah itu gimana, lakuin tiga R aja! Jadi, wisatawan nggak menggunakan sampah sekali pakai yang akan berpotensi jadi sampah di sana,” katanya simpel saat jadi pembicara di KFC Peduli Lingkungan untuk Laut Indonesia beberapa waktu lalu.
Lulusan ITB itu mengaku malah seringnya pulang membawa beberapa sampah dan bukan menyumbangnya.
Baca: 165 Kader PPKBD Ikut Orientasi Peningkatan Kompetensi yang Diselenggarakan BKKBN Jambi
Baca: Samsung Galaxy M20 ada di AK Phone Jambi, Tersedia Dua Pilihan Warna
Baca: Pabrik Tentara Bayaran Ini Ciptakan Pasukan Berani Mati: Bisa Order Pesawat Tempur Plus Pilot
Nah, pertama-tama yang harus dilakukan adalah reduce, usaha mengurangi sampah dari sebelum berangkat travelling.
“Wisatawan harus packing, bawa totebag untuk menolak kresek,” katanya, dari sana sampah plastic seklai pakai diharapkan bisa berkurang.
Selanjunya bawa juga barang-barang yang bisa dipakai ulang.
“Juga membawa tempat makan, jadi kalo lagi mau beli cilor atau cilok bisa dipakai wadah itu dan nantinya dicuci untuk bisa digunakan lagi,” katanya nggak malu di tasnya jadi ada botol minum dan kotak makan plus tambahan tas jinjing kecil yang bisa dilipat demi tugas reuse tadi.
Lebih siap lagi, kalo jadi traveler yang mau zero waste, kita kudu cek di lokasi wisata tujuan ada tempat pembuangan akhir (TPA) atau tidak? Wow, sekepo itu ya?
Baca: Skandal Masa Lalu Krisdayanti saat Masih Bersama Anang Hermansyah, Kecanduan Narkoba hingga Pelakor
Baca: Kanker Sudah Ada Sejak Jaman Purba, Ilmuwan Bergerak Temukan Obatnya Meski Sempat Gagal
Baca: Pengamat Beri Skor Debat Kedua Antara Jokowi vs Prabowo, Siapa Unggul?
“Buat traveler, kita harus aware apakah (di lokasi wisata) ada sistem pengelolaan sampah yang benar atau nggak. Cek apa ada TPA atau nggak, saluran sampahnya ke laut nggak?” katanya ini penting untuk bisa bertindak mau ikut bagian recycle untuk pengelolaan sampah atau nggak?
Menurut Swietenia, kalo ada TPA maka kita bisa membantu untuk memilah sampah sesuai jenisnya. Jadi sistem recycle bisa sama-sama dilaksanakan, tidak hanya warga di lokasi wisata tetapi juga wisatawannya.
“Kalo nggak yakin ada, ya bawa balik sampah sehingga nggak ikut menyumbangkan,” katanya lagi tegas.
Baca: Update Hasil Pertandingan Myanmar vs Indonesia U22, Rahmad Irianto Samakan Kedudukan
Baca: Ani Yudhoyono Jalani Terapi Injection & Obat Untuk Bunuh Sel Kanker, Ada yang Bikin AHY Terharu
Baca: Video Insiden Kecelakaan 21 Mobil Pembalap NASCAR Daytona 500
ASN Diminta Bawa Botol dari Rumah