Biasakan Traveling Tanpa Nyampah, Banyak yang Sudah Buktiin Demi Lingkungan
Bagi yang hobi jalan-jalan lalu membawa sampah untuk dibuang di rumah agaknya sudah cukup jarang ditemui, kebiasaan ini harus dirubah mulai sekarang.
Pemerintah Kota Administratif Jakarta Utara meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) mengurangi penggunaan botol minuman plastik sekali pakai, hal ini demi mengurangi sampah plastik.
Wakil Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim menyarankan, setiap ASN di lingkungan Pemkot Jakarta Utara membawa perlengakapan minum sendiri.
"Perbuatan kecil dapat bermanfaat dan bernilai besar jika bersama-sama dilakukan. Kalau kita merusak lingkungan maka lingkungan akan membalasnya dengan energi negatif," kata Ali dalam keterangan tertulis dilansir Kompas.com, Senin (28/1/2018).
Pihaknya akan mengeluarkan instruksi wali kota terkait pengurangan sampah plastik di lingkungan Pemkot Jakarta Utara pada Februari mendatang.
Ia mengatakan, konsumsi sampah plastik merupakan salah satu penyebab utama banjir, sebab tumpukan sampah menyumbat saluran-saluran air.
"Saluran-saluran air dominasi plastik. Kemarin kita sempat diguyur hujan, kami bersihkan saluran air, ternyata yang membuat saluran mampat adalah plastik. Bermacam-macam jenis plastik ada di sana,” kata Ali.
Kepala Satuan Pelaksana UPK Badan Air Jakarta Utara Lambas Sigalingging berencana menerapkan program pemilahan sampah plastik untuk dijual ke bank sampah sebelum dikirim ke TPST Bantargebang.
"Jadi sebelum pulang ke rumah setelah membersihkan sampah di aliran air, mereka (petugas) memilah sampah terlebih dahulu. Ya hitung-hitung untuk penghasilan mereka juga," ujar Lambas.