Kisah Kolonel Abunjani Sisihkan Uang untuk Sewa Pesawat Catalina (RI 05), Jembatan Yogyakarta-Jambi
Dalam usahanya, Abunjani memobilisasi pedagang karet ke Singapura dengan menyisihkan 10 persen keuntungan untuk perjuangan.
Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Duanto AS
Selain itu, Pusat Komando Militer dipindahkan ke Bangko.
Walaupun mengalami berbagai gempuran, perjuangan dan pemerintahan darurat berjalan sebagaimana mestinya.
Terhitung Februari 1950, Letnan Kolonel Abunjani mengundurkan diri dari TNI beralih profesi menjadi seorang pengusaha di Jambi dan Jakarta.
Dengan pengalamannya sebagai Sudantyo Giyugun dari tahun 1942-1945, Abunjani mempunyai kemampuan bahasa Belanda, Inggris, Jepang.
Belakangan, itu juga menjadi modalnya yang sangat berguna dalam kiprah di dunia bisnis selepas menanggalkan karier militernya.

Letkol Abunjani akhirnya menutup kisahnya pada 28 Desember 1979.
Jasadnya tertidur panjang di Pemakaman Tanah Kusir, Jakarta.
Dia tidak dimakamkan di Makam Pahlawan, meski jasa-jasanya bisa menempatkannya ke sana.
Meski begitu, namanya kini masih dikenal. Nama besar Abunjani terpampang sebagai nama jalan di Jambi, juga di beberapa kota lain.
Selain itu, seperti di Bangko, Merangin, yang tak jauh dari tanah kelahirannya, namanya dijadikan nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di sana.
Kini, kediamannya masih berdiri kokoh di Telanaipura, Kota Jambi. Rumah itu kini masih didiami keluarganya, juga sebagai bukti nyata, seorang pahlawan luar biasa pernah tinggal di sana.(mareza sutan a j)
IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:
Kebijakan Bagasi Lion Air dan Wings Air Cuma-cuma 20 Kg Dicabut, Bawa Lebih dari 7 Kg Kena Tarif
Daftar Nama 6 Panelis Debat Pilpres 2019, Tema yang Diangkat Hukum, HAM, Korupsi dan Terorisme
Perubahan Perilaku Si Kopi Maut Bikin Heran, Kondisi Jessica Kumala Wongso di Dalam Sel Tahanan
Intelijen Indonesia Bekuk Agen KGB Rusia Kawakan, Mayor Sutardi sempat Ajak Anak ke Restoran
Video Brigpol Dewi Berdurasi 11 Menit, Ternyata Direkam di Hotel Dalam Posisi