Kopassus 'Rampungkan' Misi Hanya Butuh 3 Menit, sebelumnya Pembajak Menari-nari Dalam Pesawat

Saat itu, pembajak bersenjata menari-nari dalam pesawat setelah dikelabui. Tak diduga, pukul 02.30 WIB terlihat pergerakan prajurit Kopassus.

Kopassus 'Rampungkan' Misi Hanya Butuh 3 Menit, sebelumnya Pembajak Menari-nari Dalam Pesawat
solarconflict.com
Satuan Gultor 81, pasukan 'siluman' Kopassus. 

Saat itu, pembajak bersenjata pistol dan granat menari-nari di dalam pesawat setelah dikelabui. Tak diduga, pukul 02.30 WIB terlihat pergerakan prajurit Kopassus sekira 400 meter dari pesawat.

TRIBUNJAMBI.COM - Ini merupakan satu di antara misi Kopassus yang paling terkenal, operasi pembebasan sandera pesawat Garuda Indonesia 'Woyla'.

Setelah menunggu 65 jam, Kopassus yang saat itu masih bernama Kopassandha ( Komando Pasukan Sandi Yudha) hanya membutuhkan waktu tiga menit untuk menyelesaikan misi dengan gemilang.

Sebelumnya, Kopassandha lanagasung melakukan perencanaan matang begitu mendapat misi tersebut. Beberapa prajurit di bawah pimpinan Letkol Sinton Panjaitan diberangkatkan ke Thailand, namun tidak banyak orang mengetahui.

Pasukan khusus ini diberangkatkan karena memiliki kemampuan khusus. Tugas Operasi Militer Perang (OMP) di antaranya serangan langsung (direct action), combat SAR, anti-teror, advance combat intelligence. Selain itu Tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) seperti humanitarian assistensi (bantuan kemanusiaan), AIRSO (operasi anti insurjensi, separatisme dan pemberontakan), perbantuan terhadap polisi dan pemerintah, SAR serta pengamanan VVIP.

Sejarah Pembentukan Kopassus

  • - Kesko TT III/Siliwangi
  • - KKAD (Korps Komando Angkatan Darat)
  • - RPKAD (Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat)
  • - Puspassus AD (Pusat Pasukan Khusus Angkatan Darat)
  • - Kopassandha (Korps Pasukan Sandhi Yudha)
  • - Kopassus (Komando Pasukan Khusus)

Beberapa misi pembebasan sandera warga negara Indonesia telah diselesaikan Kopassus. Operasi yang kebanyakan dilakukan secara diam-diam itu, ketika dibuka membuat publik tercengang.

Satuan Gultor 81, Pasukan Siluman Milik Kopassus
Satuan Gultor 81, Pasukan Siluman Milik Kopassus (solarconflict.com)

Satu di antara misi yang terkenal adalah operasi pembebasan Pesawat Woyla, 37 tahun yang lalu di Thailand.

Baca Juga:

 Ternyata, Jalan Tol Trans Jawa yang Dibanggakan Jokowi Sebagian Digarap Sandiaga Uno, Ini Datanya

 Ramalan Zodiak 31 Desember 2018, Akhir Tahun Mengejutkan dalam Asmara, Karier dan Keuangan

 Usai Ditelpon Soekarno, Prajurit TNI ini Cari Soeharto dan Menampar Keras Pipi Mantan Presiden itu

 Kisah Hartini, Pramugari Garuda Istri Anggota Kopassus, Suami Kerap Tiba-tiba Hilang

Pesawat itu dibajak kelompok teroris yang menamakan diri Komando Jihad.

Pesawat yang dibajak milik maskapai penerbangan Republik Indonesia, yaitu Garuda Indonesia Airlines (GIA). TNI (saat itu bernama ABRI) mengirimkan Kopassandha untuk pembebasan sandera.

Awal mula peristiwa pembajakan itu pada Sabtu, 28 Maret 1981.

Pesawat yang membawa 48 penumpang itu berangkat dari Jakarta dengan tujuan Medan.

Sekira pukul 09.00, pesawat transit di Palembang.

Melansir dari kompas.com yang mengutip Harian Kompas terbitan 1 April 1981, pesawat lepas landas setelah menunggu lima menit.

Semula, tak ada hal yang ganjil, semua penumpang duduk pada tempatnya masing-masing.

Ketika pramugari tengah membagikan makanan, beberapa penumpang bangun, berlari ke bagian depan kabin.

"Jangan bergerak! Jangan bergerak! siapa yang bergerak akan saya tembak!" teriak penumpang itu.

Drama pembajakan pesawat dimulai.

Operasi Woyla yang Naikkan Nama Kopassus
Operasi pembebasan sandera pembajakan pesawat Garuda Woyla Kopassus (Sripoku)

Pembajak meminta pesawat Woyla diterbangkan ke Sri Lanka.

Namun, pilot Herman Rante menolak, dengan alasan bahan bakar tak akan cukup bila harus melintasi bagian utara Samudera Hindia.

 VIDEO: Terungkap Sosok Pria yang Memukul Wanita Sedang Ibadah Shalat di Masjid dengan Balok Kayu

 Terungkap Alasan Nikita Mirzani Lepas Hijabnya, Sosok ini Bela Nikita dari Komentar Kritis Netizen

Maka, pesawat Woyla dibelokkan rutenya menuju Penang, Malaysia, kemudian diarahkan ke Bangkok, Thailand.

Pemimpin kelompok pembajak pesawat, Imran bin Muhammad Zein, meminta pemerintah Indonesia membebaskan 80 rekan mereka yang kala itu mendekam di penjara.

Rekan mereka dipenjara karena terlibat peristiwa penyerangan Kosekta 8606 Pasir Kaliki, Cicendo, Bandung, 17 hari sebelum insiden Woyla.

Pembajak meminta uang tunai 1,5 juta dolar AS.

Mereka mengancam akan meledakkan pesawat bila tuntutan tersebut tak dikabulkan.

Kondisi sandera drop

Berhari-hari disandera, membuat para penumpang merasa takut dan lelah.

Kala itu, korban sendera dicekoki ceramah yang isinya menjelekkan pemerintahan Soeharto.

Para sandera tak boleh berkomentar mengenai ceramah tersebut.

Tangan penumpang harus diangkat ke atas dan kedua telapak tangan harus di bagian atas sandaran kursi.

Penumpang baru boleh menurunkan tangannya setelah Woyla tiba di Bangkok, Thailand.

Pesawat tersebut mendarat di Bandara Don Mueng, Bangkok, Sabtu sekira pukul 17.00 WIB.

Penderitaan yang dialami penumpang pesawat belum berakhir.

Bahkan, penderitaan yang dialami semakin menjadi-jadi.

Mereka hanya diberi selembar roti tawar dan air putih.

Para korban sandera itu terus diawasi secara ketat.

Para prajurit Kopassus yang melakukan penerjunan freefall mengibarkan bendera raksasa
Para prajurit Kopassus yang melakukan penerjunan freefall mengibarkan bendera raksasa (Penerangan Kopassus)

Saat menggunakan toilet, mereka tak boleh menutup pintu.

Perlakuan tersebut berlaku juga bagi sandera perempuan.

Bahan bakar pesawat yang kian menipis semakin menambah penderitaan sandera.

Pendingin udara tak aktif karena mesin pesawat dimatikan.

Banyak penumpang yang lemas karena kekurangan oksigen.

Pasukan Khusus masuk Thailand

Pemerintah Thailand memberikan izin kepada Kopassandha untuk melakukan tindakan.

Pada 1 April 1981, operasi penyelamatan berlangsung singkat.

Namun di balik itu, semua persiapan yang dilakukan sudah jauh-jauh hari sebelumnya.

Saat itu, suasana di sekitar pesawat sepi.

Jenderal Yoga Sugama mengelabui pembajak dengan berpura-pura mengabulkan semua tuntutan mereka pada hari ketiga.

Negosiasi itu hanya siasat mengulur waktu hingga tim antiteror melancarkan aksinya.

Pembajak menari-nari di dalam pesawat setelah dikelabui.

Pergerakan terlihat sekitar pukul 02.30, sekitar 400 meter dari pesawat.

Pasukan bergerak dalam formasi dua baris.

Mereka bergerak mengendap dan membawa tiga tangga.

Tangga tersebut dikaitkan pesawat. Dua tangga ada pada masing-masing sayap, satu tangga di bagian belakang.

Dalam sekejap, pasukan elite itu masuk ke dalam pesawat.

Mereka masuk dari pintu darurat dan bagian bawah pantat pesawat.

Terdengar suara baku tembak dalam waktu dua detik.

"Komando itu berteriak, 'Semua penumpang tiarap'. Dan berjatuhanlah sosok-sosok tubuh yang berusaha untuk tiarap," ujar Henk Siesen, warga negara Belanda yang menjadi sandera.

Kemudian, terdengar suara tembakan dari dalam kabin pesawat.

Badan pesawat berlubang akibat tembakan peluru.

Satu per satu sandera yang tiarap diselamatkan melalui pintu depan.

Ada satu pembajak yang ikut tiarap di antara kerumunan sandera.

Dia membawa granat, bahkan granat tersebut sempat dilempar setelah pinnya ditarik.

Namun, granat tersebut tidak meledak dan pembajak itu bisa diamankan pasukan.

Pembajak itu ditembak mati, setelah berusaha kabur dari pintu depan.

Seorang pembajak bernama Fahrizal melepaskan tembakan.

Anggota Kopassus TNI AD meneriakkan yel-yel usai peringatan HUT TNI ke-67 di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Jumat (5/10/2012). Peringatan HUT TNI tersebut bertema Dilandasi Profesionalisme, Semangat Juang dan Soliditas TNI Bersama Segenap Komponen Bangsa Siap Menjaga Kedaulatan dan Keutuhan Wilayah NKRI. TRIBUNNEWS/HERUDIN
Anggota Kopassus TNI AD meneriakkan yel-yel usai peringatan HUT TNI ke-67 di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Jumat (5/10/2012). Peringatan HUT TNI tersebut bertema Dilandasi Profesionalisme, Semangat Juang dan Soliditas TNI Bersama Segenap Komponen Bangsa Siap Menjaga Kedaulatan dan Keutuhan Wilayah NKRI. TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Setelah terdesak, dia melakukan bunuh diri dengan menembak keningnya.

Dua pembajak lain yang berusaha kabur ditembak mati.

3 menit menegangkan

Operasi penyelamatan penyanderaan 65 jam itu berlangsung tiga menit.

Dua orang menjadi korban. Pilot Herman Rante tewas dalam operasi pembebasan Woyla.

Anggota Koppasandha Achmad Kirang juga gugur dalam operasi tersebut.

Pemimpin pembajak ditangkap dan dihukum mati pada 28 Maret 1983.

Operasi pembebasan Woyla yang berhasil dilakukan oleh Koppasandha menjadi sorotan dunia. Reputasinya diakui.

Kini, pasukan yang dikenal dengan nama Kopassus itu dicap sebagai satuan elite top dunia.

Kisah-kisah Kopassus dapat dibaca di Tribunjambi.com.

IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:

 Latar Belakang Zul Terduga Pelaku Pembakaran Alquran, Pengakuannya Mengejutkan

 Terungkap Alasan Nikita Mirzani Lepas Hijabnya, Sosok ini Bela Nikita dari Komentar Kritis Netizen

 Duel Guru Beladiri Kopassus Tingkat Tinggi, Haji Umar Bikin Master dari Jepang Tersungkur

 Konflik Sara di Daerah ini Berubah Damai Saat Anggota Kopassus Pemberani ini Gugur di Hadapan Rekan

 Begini Respon Jokowi dan Prabowo Ditantang Tes Baca Alquran di Pilpres 2019, Prabowo: Pasti Pak. . .

Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved