Sidang Dugaan Korupsi Embung Tebo, Saksi Peneliti Kontrak Akui tak Ada Sertifikasi

Keduanya mengaku, bertugas untuk meneliti dokumen-dokumen dalam pembangunan proyek embung di Desa Sungai Abang, Tebo.

Sidang Dugaan Korupsi Embung Tebo, Saksi Peneliti Kontrak Akui tak Ada Sertifikasi
tribunjambi/mahreza
Dua saksi peneliti kontrak yang dihadirkan JPU dalam perkara dugaan korupsi pembangunan Embung di Kabupaten Tebo 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sidang perkara dugaan korupsi pembangunan embung di Desa Sungai Abang, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo, kembali digelar di Pengadilan Tipikor Jambi, Senin (1/10).

Dua di antara peneliti kontrak dihadirkan dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tebo Tahun Anggaran 2015 itu.  Keduanya adalah Asep Irawan selaku sekretaris dan Ridwan Siregar.

Baca: Sidang Kasus Dugaan Korupsi Embung Tebo, Jaksa Hadirkan Enam Saksi

Keduanya mengaku, bertugas untuk meneliti dokumen-dokumen dalam pembangunan proyek embung di Desa Sungai Abang, Tebo. Keduanya juga mengaku tidak memiliki sertifikasi di bidang itu.

"Kami ditugaskan untuk jadi peneliti kontrak. Saya sekretaris, ketuanya Pak Sudirman," kata Asep.

Asep juga menyampaikan, proyek tersebut sempat memerlukan perpanjangan waktu (addendum). Ridwan menambahkan, perpanjangan tersebut berlangsung selama 40 hari.

Baca: Atuk Kulup: Awas Jangan Parkir Sembarangan di Bahu Jalan Kalau Tidak Mau Diderek Petugas

"Mulai dari tanggal 21 Desember 2015 sampai 30 Januari 2016," katanya.

Perpanjangan tersebut dilakukan karena proyek yang dikerjakan belum selesai. Pasalnya, ada beberapa kendala, seperti musim hujan hingga genangan air. Namun, jaksa sempat menanyakan tentang waktu penandatanganan addendum.

"Kontraknya habis tanggal 21 Desember 2015, penandatanganannya atau rapatnya tanggal 28 atau 29 Desember 2015 tadi, kata Anda. Memangnya bisa begitu?" Insayadi, satu di antara JPU bertanya.

Baca: Pelabuhan Ujung Jabung Kembali Dibahas di Pusat, Fachrori: Percepatan Pembangunan Sangat Diperlukan

Menanggapi hal itu, keduanya mengaku tidak tahu banyak. Namun, Ridwan menyampaikan sempat menggelar rapat bersama Sarjono, Kembar Nainggolan, Jonaita Nasir, Faisal Utama, Wagio Asmoro, Sudirman, dan Asep. Rapat itu membicarakan tentang proyek embung.

Untuk diketahui, kasus ini menjerat empat terdakwa. Di antaranya, Sarjono sebagai Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tebo selaku Pengguna Anggaran (PA), Kembar Nainggolan selaku Kabid Pertanian Tebo sekaligus Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Faisal Utama selaku Kuasa Direktur CV Persada Antar Nusa, dan Jonaita Nasir selaku pemilik proyek.

Baca: 5 Fakta Video Asusila UIN Bandung, Pemeran Sudah Diketahui hingga Pernyataan Pihak Kampus

Keempatnya diduga telah melakukan penyalahgunaan dana proyek Pengadaan Konstruksi Embung di Desa Sungai Abang, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo, pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tebo Tahun Anggaran 2015.

Dari proyek 100 persen, pekerjaannya baru diselesaikan sekitar 80,799%, yang bertentangan dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pasal 51 ayat (1) huruf c dan Pasal 89 ayat (4).(*)

Penulis: Mareza
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved