Misteri Terowongan yang Hilang di Bawah Tanah Inggris

Selama berabad-abad, terowongan tersebut dikubur karena penduduk setempat...

Misteri Terowongan yang Hilang di Bawah Tanah Inggris
BBC
Jaringan terowongan berumur 200 tahun ada di bawah jalan-jalan kota Liverpool, Inggris. Cahaya merambat di celah-celah dindingnya. (BBC/Chris) 

Jaringan terowongan berumur 200 tahun ada di bawah jalan-jalan kota Liverpool, Inggris timur laut - dan tidak seorangpun mengetahui alasan keberadaannya. Tidak ada hembusan udara. Tidak ada suara. Kadang-kadang, suara tetesan air terdengar jatuh di batu, bergema.

DI suatu tempat, entah bagaimana caranya, embun bisa masuk. Tetapi sebagian besar tempat itu kering. Jika tidak terdapat lampu listrik, terowongan 200 tahun di bawah jalan Liverpool ini akan menjadi sangat gelap dan sangat sepi.

"Saya masih tidak bisa mengatasi pakis dan lumut," kata Dave Bridson, seorang ahli sejarah setempat dan manajer pusat warisan Williamson Tunnels di Liverpool.

Dia menunjukkan tempat dimana air muncul lewat batu yang keropos, menghidupkan lumut hijau muda yang segera tumbuh di dekat bohlam. Sejak lampu ditempatkan di terowongan yang sejak lama hilang, sejumlah tanaman mulai muncul. Meskipun demikian diperlukan waktu bertahun-tahun agar cahaya muncul.

Dari semua proyek engineering di pusat industri Liverpool - seperti jaringan kereta penumpang tenaga uap pertama dunia - pembangunan terowongan Williamson pada permulaan abad ke-19 adalah yang paling penuh misteri. Pelindung proyek terowongan, pedagang tembakau Joseph Williamson, sangat merahasiakan tujuannya. Sampai hari inipun, tidak seorangpun yakin akan kegunaannya. Tidak seorangpun juga yakin jumlah terowongan yang ada, tersebar di bawah daerah Edge Hill.

Sementara itu selama berabad-abad, terowongan tersebut dikubur karena penduduk setempat mengeluhkan bau tidak sedap dari gua yang sejak lama dijadikan tempat pembuangan sampah, mulai dari rongsokan rumah tangga sampai sampah manusia.

"Banyak orang mengetahui terowongan, tetapi sampai sejauh ini - mereka hanya mengetahui atau pernah mendengarnya," jelas Les Coe, anggota pertama Friends of Williamson Tunnels (FoWT).

“Dibiarkan begitu saja. Tetapi kami memutuskan untuk mencarinya.”

Halaman
Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved