Bata Candi Tuo Sumay Lebih Tebal
Perbedaan ukuran batu bata struktur bangunan tersebut menurut Sigit para ahli arkeologi belum bisa menyimpulkan apakah ada persamaan dengan kebudayaan
Penulis: bandot | Editor: Deddy Rachmawan
Kepala Desa Tuo Sumay, Masfuad, saat kunjungan kerja gubernur Jambi ke desa paling terpencil di Kabupaten Tebo itu, Senin. mengatakan, sejak 10 tahun lalu, warga setempat sudah menemukan cagar budaya itu.
Meski begitu masyarakat setempat masih belum mengetahui sejarah dan juga kegunaan bangunan yang merupakan struktur candi ini di masa lalu. “
Dari dulu candi yang ada di dusun ini terus digali dan digali oleh peneliti, tapi kami masayarakat tidak tahu perkembangannya, kami belum dapat kabarnya, kami juga ingin tahu sejarah yang ada di kampung ini," kata Masfuad
Menanggapi itu, Gubernur Jambi, mengaku bahwa itu adalah kebijakan pusat, dana untuk penelitian pun hanya ada di cagar purbakala pusat, "Itu tanggung jawab pusat, mudah-mudahan kedepan candi purbakala di desa Dusun Tuo bisa dibugar, sekarang memang sedang dilakukan penelitian oleh mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI)," kata HBA. (dot)