Bata Candi Tuo Sumay Lebih Tebal

Perbedaan ukuran batu bata struktur bangunan tersebut menurut Sigit para ahli arkeologi belum bisa menyimpulkan apakah ada persamaan dengan kebudayaan

Bata Candi Tuo Sumay Lebih Tebal
Net
ILUSTRASI - Situs candi yang ditemukan di Jalan BPTP, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang diteliti tim ekskavasi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah, Minggu (18/8/2013).

Lokasi yang terletak di tempat yang tinggi dan dikelilingi sungai menurut Faizal bisa jadi menunjukkan bangunan tersebut dulunya kompleks keagamaan. “Tapi itu masih dalam tahap penelitian, dan kesimpulan dari hasil penelitian sementara kami juga belum tahu,” imbuhnya.

Sebelumnya tim peneliti dari UI dua kali melakukan penggalian (ekskavasi) di dua gundukan tanah atau penduduk setempat menamai tanah tumbuh. Penelitian pertama dipimpin oleh Dr Cecep Permana, Arkeolog UI.

Gundukan tanah ini masing-masing berada di bagian depan dan di belakang. Dari ekskavasi yang dilakukan di gundukan bagian depan ditemukan adanya bangunan candi yang berukuran sekitar 11x8 meter, bahannya terdiri dari batu bata putih dan batu bata merah.

Dugaan sementara berdasarkan dari bentuk dan latar belakang keagamaannya diperkirakan berasal dari abad 7-12 masehi, dan masih ada kaitannya dengan Candi Muaro Jambi. Dan dilihat dari bentuknya kemungkinan dulunya merupakan tempat peribadatan bagi penganut agama Budha.

Sebelumnya masyarakat di sekitar lokasi penemuan candi yang penasaran dengan hasil penelitian yang dilakukan tim peneliti menyampaikan rasa ingin tahunya ke Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) saat berkunjung ke Desa Tuo Sumay, Tebo.

Kepala Desa Tuo Sumay, Masfuad, saat kunjungan kerja gubernur Jambi ke desa paling terpencil di Kabupaten Tebo itu, Senin. mengatakan, sejak 10 tahun lalu, warga setempat sudah menemukan cagar budaya itu.

Meski begitu masyarakat setempat masih belum mengetahui sejarah dan juga kegunaan bangunan yang merupakan struktur candi ini di masa lalu. “

Dari dulu candi yang ada di dusun ini terus digali dan digali oleh peneliti, tapi kami masayarakat tidak tahu perkembangannya, kami belum dapat kabarnya, kami juga ingin tahu sejarah yang ada di kampung ini," kata Masfuad

Menanggapi itu, Gubernur Jambi, mengaku bahwa itu adalah kebijakan pusat, dana untuk penelitian pun hanya ada di cagar purbakala pusat, "Itu tanggung jawab pusat, mudah-mudahan kedepan candi purbakala di desa Dusun Tuo bisa dibugar, sekarang memang sedang dilakukan penelitian oleh mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI)," kata HBA. (dot)

Penulis: bandot
Editor: deddy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved