Ini Alasan Mengapa Orang Kuno Bangun Candi di Muarojambi, Simak Penjelasan Arkeolog Senior
Bambang Budi Utomo, seorang arkeolog senior mengungkapkan kaitan kanal yang dibangun di komplek Candi Gumpung dan Candi Tinggi.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Teguh Suprayitno
Ini Alasan Mengapa Orang Kuno Bangun Candi di Muarojambi, Simak Penjelasan Arkeolog Senior
TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI- Bambang Budi Utomo, seorang arkeolog senior mengungkapkan kaitan kanal yang dibangun di komplek Candi Gumpung dan Candi Tinggi.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan kanal merupakan ide untuk mengatur sistem air yang ada di komplek Candi Muara Jambi.
Kata Bambang, bahwa lingkungan Muarojambi yang lokasinya dekat dengan aliran Sungai Batanghari sering terjadi banjir. Pada 1980an air sungai meluap hingga ke komplek Candi Gampung dan Candi Tinggi.
"Kalo musim banjir kawasan ini kebanjian. Padahal diketahui bahwa bangunan suci itu dia harus bebas dari bahaya banjir untuk menjaga bangunan dan sucinya bangunan tersebut. Jadi dulu mereka bangun parit-parit keliling," terangnya.
Baca: Terungkap, Arkeolog Nasional Sebut Candi Tinggi di Muarojambi Sebenarnya Candi Gumpung
Baca: Perbandingan Rekam Jejak dan Prestasi Tiga Pendekar MK. Mahfud MD, Arief Hidayat dan Anwar Usman
Baca: Pesan Terakhir Mantri Patra Sebelum Meninggal di Pedalaman Papua, Tetap Mengobati Meski Sakit Keras
Baca: Pesan Terakhir Mantri Patra Sebelum Meninggal di Pedalaman Papua, Tetap Mengobati Meski Sakit Keras
"Parit yang dibuat tersebut ini berhubungan dengan Sungai Batanghari. Jadi ketika surut airnya balik ke parit- parit yang menjadi aliran atau sirkulasi air," sambungnya.
Ia mencontohkan halaman bangunan di Candi Kembar Batu dan Candi Teluk yang dibangun lebih tinggi dari pada bangunan candi.
Bambang mengungkapkan, bahwa orang-orang terdahulu mendirikan candi di Muarojambi karena wilayah komplek saat ini merupakan daerah tanggul alam.
"Kenapa ini dibangun di Muarojambi? Karna daerah ini merupakan tanggul alam yang terbentuk secara alami. Ketika banjir, kemudian air surut itu meninggalkan lumpur, yang kemudian lumpur tersebut secara alamiah membuat tanggul alam yang menjadi tinggi," terangnya.
