Terungkap, Arkeolog Nasional Sebut Candi Tinggi di Muarojambi Sebenarnya Candi Gumpung

Bambang mengungkapkan bahwa penemuan candi pertama yang ada di Muaro Jambi bukanlah Candi Tinggi.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Samsul Bahri
Bambang Budi Utomo seorang peneliti arkelog senir menyebut ada kesalahan yang terjadi selama ini. Bahwa Candi Tinggi di Muaro Jambi sebenarnya Candi Gumpung. 

Terungkap, Arkeolog Nasional Sebut Candi Tinggi di Muarojambi Sebenarnya Candi Gumpung

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Pusat penelitian Arkeologi Nasional bekerjasama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCP) Jambi melaksanakan kegiatan rumah peradaban Sriwijaya di Muarojambi. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan di kompleks percandian Kabupaten Muaro Jambi, Senin (24/6).

Kegiatan ini secara langsung menghadirkan peneliti senior arkeologi nasional, Bambang Budi Utomo. Selain itu, turut hadir Kepala Pusat Penelitian Arkeologi Nasional dalam hal ini diwakilkan oleh Kabid Fasilitasi Penelitian Arkeologi Nasional.

Hadir juga Kepala BPCP Jambi, Iskandar M Siregar, Kepala Balai Sumatera Selatan, Budi Wijaya. Selain itu, kegiatan yang ditujukan untuk mensosialisasikan kawasan Candi Muara Jambi juga diikuti puluhan siswa dan juga mahasiswa serta instansi-instansi yang berkaitan mengenai cagar budaya ini.

Baca: Ini Arti Tepung Tawar di Festival Kampung Laut, Ismail Jelaskan Makna Budaya Adat Melayu Timur

Baca: Aiman Witjaksono Bakal Bongkar Dugaan Skenario Kerusuhan 22 Mei Malam Ini, Upaya Provokasi?

Baca: Perbandingan Rekam Jejak dan Prestasi Tiga Pendekar MK. Mahfud MD, Arief Hidayat dan Anwar Usman

Baca: Yang Dilakukan Kakek Prabowo Subianto 73 Tahun Lalu, Membuat Perubahan Besar di Indonesia

Dalam kesempatan tersebut, Bambang Budi Utomo menyampaikan beberapa hal di antaranya mengenai penamaan Candi Gumpung dan Candi Tinggi. Bambang mengungkapkan bahwa penemuan candi pertama yang ada di Muaro Jambi bukanlah Candi Tinggi.

"Awalnya yang ditemukan adalah Candi Gumpung, tapi yang menemukan itu menyebutkan Candi Tinggi. Kenapa? karena tumpukannya tinggi, entah sejak kapan kejadian itu terjadi, Candi Tinggi menjadi Candi Gumpung, yang Candi Gumpung jadi Candi Tinggi," terangnya.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved