Kisah Militer RI
Terjun ke Lembah X Papua, Tim Kecil Kopassus Dipertemukan Suku Kanibal, Kala Cari Anak Miliarder AS
Terjun ke Lembah X Papua, Tim Kecil Kopassus Dipertemukan Suku Kanibal, Kala Cari Anak Miliarder AS
Terjun ke Lembah X Papua, Tim Kecil Kopassus Dipertemukan Suku Kanibal, Kala Cari Anak Miliarder AS
TRIBUNJAMBI.COM - Dalam sebuah misi, Kopassus pernah membentuk tim kecil untuk 'memburu' anak miliarder Amerika Serikat yang tersesat di pedalaman hutan Papua.
Beberapa tahun sebelum misi Kopassus di Papua, pada 1961, temuan sebuah potongan kaki menggegerkan dunia.
Potongan kaki itu milik putra raja minyak AS super kaya, Michael Rockfeller.
Dia melakukan ekspedisi ke pedalaman Papua Nugini, namun hilang.
Sekira dua bulan kemudian, setelah upaya pencarian, jasad Michael Rockfeller hanya ditemukan berupa sepotong kaki yang masih mengenakan sepatu. (pasukan elite TNI)
Baca: 4 Rekannya Jadi Sasaran Pembunuhan, Moeldoko Kini Dikawal 2 Kopassus saat Bepergian
Baca: PASUKAN Elite AS Bingung Melihat Ilmu Debus Diperagakan Kopassus, Disuguhi Ini Tambah Klenger
Baca: Satu Kelompok Libatkan Mantan Danjen Kopassus, Polri Ungkap 3 Kelompok yang Tunggangi Aksi 22 Mei

Setelah penelitian, berdasar jenis sepatu, potongan kaki tersebut dikenali sebagai jasad dari mendiang Rockfeller. ( RPKAD )
Kabar kematian Rockfeller, yang keluarga miliarder, dengan cara yang sangat tragis itu menjadi perhatian dunia internasional. Termasuk rumor bahwa Michael Rockfeller telah dimakan suku terasing yang tinggal di hutan belantara Papua Nugini.
Baca: Pilkada Gubernur Jambi, KPU Provinsi Usulkan Rp370 Miliar, Naik dari Sebelumnya Hanya Rp110 Miliar
Baca: Pemkab Tanjung Jabung Barat Raih WTP dari BPK RI Perwakilan Jambi, Safrial Sebut WTP Bukan Segalanya
Baca: 360 Personel Amankan Arus Mudik di Kabupaten Bungo, Siapkan 4 Pos Jaga
Baca: Istri Buka Tabiat Calon Eksekutor Pembunuh 4 Tokoh Nasional di Aksi 22 Mei, Tertutup soal Pekerjaan
Baca: 1 Unit Rumah di Sungaipenuh Nyaris Ludes, Asap Mengepul Dari Loteng Rumah Warga Koto Bento
Baca: Penutupan Kemilau Ramadhan Tribun Jambi, Ada Penampilan Nasyid Rifahiyatul Bilad dan Dai Cilik
Rumor keberadaan suku pemakan manusia tidak hanya beredar di Papua Nugini, tapi juga menyebar ke kawasan pedalaman Irian Barat (Papua), yang pada 1960-an masih merupakan hutan lebat yang belum terjamah.
Beberapa tahun setelah peristiwa itu terjadi, Kopassus dikirim ke hutan belantara Papua.
Pada waktu itu, hutan Papua masih sangat liar dan berisiko untuk didatangi, termasuk RPKAD (sekarang Kopassus) sekalipun.
RPKAD menelusuri hutan
Pada 5 Mei 1969, meski rumor tentang keberadaan suku pemakan manusia di pedalaman Papua masih santer, dilakukan misi ke sana.
Ada tujuh anggota RPKAD, lima anggota Kodam XVII Cenderawasih Papua dan tiga warga asing yang juga kru televisi NBC, AS serta satu wartawan TVRI, Hendro Subroto.
Mereka melaksanakan ekspedisi ke Lembah X, lokasinya di lereng utara Gunung Jayawijaya.
Tim ekspedisi berjumlah 16 orang itu dipimpin personel RPKAD Kapten Feisal Tanjung, sebagai Komandan Tim, dan Lettu Sintong Panjaitan sebagai Perwira Operasi.