Kisah Militer
Mertua KASAD Merayap di Atas Sarang Kobra, Profesor Intel Pimpin Kopassus Jalani Misi Legendaris
Keberanian prajurit Kopassus dalam membela dan mengamankan NKRI tak perlu diragukan lagi.
Mertua KASAD Merayap di Atas Sarang Kobra, Profesor Intel Pimpin Kopassus Jalani Misi Legendaris
TRIBUNJAMBI.COM - Kisah Jenderal Purnawirawan AM Hendropriyono yang memimpin misi memberangus para pemberontak di Kalimantan menjadi satu diantara misi legendaris Kopassandha atau Kopassus.
Hanya berbekal pisau komando AM Hendropriyono memimpin 11 orang yang tergabung di tim halilintar untuk menjalankan misi paling berbahaya di belakang garis pertahanan musuh.
Pria yang juga sosok intelejen handal ini puncaknya bahkan berduel satu lawan satu dengan pemberontak hingga jari-jarinya mengalami luka serius.
Prajurit Kopassus menjalani misi khusus untuk memberangus pemberontak di pedalaman hutan Kalimantan.
Baca: Catatan Sintong Panjaitan, Murid Kopassus Tak Menduga Sang Komandan Lakukan Hal Nekat
Baca: Siapa Sebenarnya Siti Oetari? Mengapa Benang Merah Maia Estianty dan Soekarno Bisa Tersambung
Baca: Real Count Pilpres 2019 Sabtu (18/5) Pukul 02.30 WIB, Terjadi Perubahan Drastis di Daerah Ini
Keberanian prajurit Kopassus dalam membela dan mengamankan NKRI tak perlu diragukan lagi.
Prajurit mempersembahkan jiwa dan raga untuk Tanah Air.
Seperti kisah berikut ini, saat seorang prajurit harus saling bunuh dengan gerilyawan Kalimantan.
Dilansir TribunJambi.com dari Intisari, buku berjudul Operasi Sandi Yudha, ditulis Jenderal Purn AM Hendropriyono, memuat kisah hebat prajurit TNI.
Buku berjudul Menumpas Gerakan Klandestin, diterbitkan Penerbit Buku Kompas pada 2013.

Satu di antara yang menarik yaitu upaya penangkapan petinggi PGRS/Paraku dengan jabatan Sekretaris Wilayah III Mempawah Siauw Ah San.
Tim Halilintar pimpinan Kapten Hendropriyono mendapatkan informasi tentang Ah San dari Tee Siat Moy, istrinya yang berkhianat.
Baca: Live Streaming di HP, Nonton Siaran Langsung MotoGP Prancis 2019 di Trans7 Mulai 17 Mei 2019
Baca: Sandiaga Uno Kunjungi Keluarga KPPS yang Meninggal, Tolak Seruan Visum yang Dilontarkan Prabowo
Baca: Klasemen Sementara Liga 1 2019, Madura United Berada di Puncah, PSS Sleman Turun, Ini Jadwal Tanding
Baca: Pengumuman Pilpres 2019 22 Mei, Amerika Serikat Peringatkan Hal Ini yang Bisa Mengancam Indonesia
Siat Moy mau membantu TNI dengan syarat Ah San tak dibunuh.
Maka Hendropriyono memimpin 11 prajurit Halilintar Prayudha Kopasandha (kini Kopassus) untuk meringkus Ah San hidup-hidup.

Mereka tidak membawa senjata api, hanya pisau komando sebagai senjata.
Hanya Hendro yang membawa pistol untuk berjaga-jaga.
Setiap personel dilengkapi dengan handy talky (HT).
Temukan Sarang Kobra